Puasa dan Transformasi Hidup 3: Keliru Memandang Agama Sendiri
Kamis, 27 Mei 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Jika seseorang telah hidup secara benar dan bertanggung jawab, atau dengan ekspresi lain hidup secara Islam (di jalan Allah) maka bagaimanapun bentuk akhir hidupnya (kematiannya) dapat dikategorikan "mati di jalan Allah".
Itulah yang diingatkan oleh Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu meninggal kecuali dalam keadaan Muslim." (QS Ali Imran)
Mati dalam keadaan berislam itulah yang biasa diekspresikan dengan "mati di jalan Allah" yang tentunya tidak harus dalam medan peperangan. Ketika seorang hidup dengan Islam di setiap pergerakan hidupnya maka dia akhirnya akan mati di jalan Allah.
Untuk itu fokus seorang Muslim dalam konteks beragamanya, bukan pada mati. Tapi pada bagaimana dia menjalani hidupnya. Karena perjalanan hidup itulah pada akhirnya akan menjadi warna kematiannya.
Dan karenanya pemahaman agama yang instant, termasuk mati di jalan Allah secara instant, harus dirubah. Ada jalan menuju kepada cita-cita tertinggi kita (asmaa amaaniina) itu. Dan jalan itu adalah hidup dengan Islam setiap saat, kapan dan di mana saja.
Di bulan Ramadhan seharusnya kita menata wawasan (cara pandang) beragama kita. Sehingga dalam menjalaninya tidak terjadi cara beragama yang sempit (terbatas) dan parsial.
"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama ini secara sempurna. Dan jangan ikut kepada langkah-langkah setan". Demikian Al-Qur'an menegaskan!
Subway NYC, 26 Mei 2021
Baca Juga: Puasa dan Transformasi Hidup (2)
Itulah yang diingatkan oleh Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu meninggal kecuali dalam keadaan Muslim." (QS Ali Imran)
Mati dalam keadaan berislam itulah yang biasa diekspresikan dengan "mati di jalan Allah" yang tentunya tidak harus dalam medan peperangan. Ketika seorang hidup dengan Islam di setiap pergerakan hidupnya maka dia akhirnya akan mati di jalan Allah.
Untuk itu fokus seorang Muslim dalam konteks beragamanya, bukan pada mati. Tapi pada bagaimana dia menjalani hidupnya. Karena perjalanan hidup itulah pada akhirnya akan menjadi warna kematiannya.
Dan karenanya pemahaman agama yang instant, termasuk mati di jalan Allah secara instant, harus dirubah. Ada jalan menuju kepada cita-cita tertinggi kita (asmaa amaaniina) itu. Dan jalan itu adalah hidup dengan Islam setiap saat, kapan dan di mana saja.
Di bulan Ramadhan seharusnya kita menata wawasan (cara pandang) beragama kita. Sehingga dalam menjalaninya tidak terjadi cara beragama yang sempit (terbatas) dan parsial.
"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama ini secara sempurna. Dan jangan ikut kepada langkah-langkah setan". Demikian Al-Qur'an menegaskan!
Subway NYC, 26 Mei 2021
Baca Juga: Puasa dan Transformasi Hidup (2)
(rhs)
Lihat Juga :