Ini Mengapa Ada Larangan Mencela Sahabat Nabi?

Jum'at, 28 Mei 2021 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Jangan Mencela Sahabat Nabi

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ تَابَعَهُ جَرِيرٌ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَمُحَاضِرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ. متفق عليه

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu anhu yang berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebanyak Gunung Uhud, tidak akan ada yang menyamai satu timbangan (pahala) seorang pun dari mereka, juga tidak akan sampai setengahnya.” (Muttafaqun alaih)

Hadits ini menjelaskan bahwa kita sebagai umat Rasulullah sangat dilarang mencela para sahabat nabi. Dalam hal ini para ulama sepakat bahwa mencela sahabat beliau adalah haram hukumnya.

Dengan demikian jelaslah bahwa kualitas para sahabat nabi tidak dapat dibandingkan dengan umat setelahnya, kedudukan mereka adalah menjadi wali-wali Allah yakni kekasih Allah yang mereka ridla kepada Allah dan Allah pun ridha kepada mereka.

Baik itu dari kalangan Muhajirin yakni yang hijrah dari Makkah ke Madinah atau dari kalangan Anshar yakni kaum muslimin di Madinah yang menolong saudaranya dari kalangan Muhajirin. Termasuk pula yang mengikuti keduanya, sama saja mereka adalah manusia yang paling berkualitas keimanan dan ketaatannya kepada Allah dan RasulNya.

Rasulullah memberikan suatu permisalan bahwa seandainya di antara kita ada yang mampu berinfak dengan emas seberat Gunung Uhud atau setengahnya saja, masih belum menyamai kualitas para sahabat nabi itu.

Hal ini menunjukkan betapa para sahabat nabi adalah manusia yang benar-benar memiliki tempat dan posisi yang istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca juga: Perang Unta: Syahidnya Dua Sahabat Nabi, Thalhah dan Zubair

Sahabat Utama Rasulullah
Di antara para sahabat Nabi yang sekian banyak jumlahnya itu, ada sahabat-sahabat utama beliau yaitu yang termasuk al khulafaurrasyidin, yaitu para khalifah atau pemimpin umat setelah Rasulullah wafat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Rekomendasi
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Benua Ekstrem Tersembunyi...
Benua Ekstrem Tersembunyi Ditemukan di Bawah Es Antartika
Artikel Terkini
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved