Ketika Ditimpa Musibah, Ujian atau Hukuman?
Jum'at, 25 Juni 2021 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jumat Pagi Wedus Gembel Membuat Gempar, Meluncur Deras Sejauh 3 Km ke Arah Tenggara
Misalkan dalam contoh paling sederhana bila seseorang whatsapp chatnya tidak dibalas oleh orang lain, sejauh mana kepedihan yang dirasakan? Apakah akan timbul rasa marah karena keterikatan dan ketergantungan pada hal tersebut atau berusaha bersikap positif?
Nabi Shalallahu ‘ailaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang rida, maka Allah akan meridainya. Dan barangsiapa yang murka (tidak menerimanya), maka Allah murka kepadanya” (HR. At-Tirmidzi).
Baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Indonesia Harus Contoh China
Pada dasarnya sebagai manusia kita tidak bisa memastikan dengan benar-benar pasti, bahwa apa yang Allah SWT turunkan ini merupakan ujian yang meningkatkan derajat atau azab akibat dosa-dosa kita. Akan tetapi, kita bisa mengetahui dari indikasi-indikasi tertentu, yaitu bagaimana seorang hamba menghadapi musibah tersebut.
Hendaknya seorang hamba senantiasa berprasangka baik kepada Tuhannya. Dalam setiap kondisi. Allah Subhanahu wa ta’ala lebih utama dalam kebaikan dan Dia Pemilik Ketakwaan dan Pemilik Ampunan.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Ini Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Sementara
Wallahu A'lam
Misalkan dalam contoh paling sederhana bila seseorang whatsapp chatnya tidak dibalas oleh orang lain, sejauh mana kepedihan yang dirasakan? Apakah akan timbul rasa marah karena keterikatan dan ketergantungan pada hal tersebut atau berusaha bersikap positif?
Nabi Shalallahu ‘ailaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang rida, maka Allah akan meridainya. Dan barangsiapa yang murka (tidak menerimanya), maka Allah murka kepadanya” (HR. At-Tirmidzi).
Baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Indonesia Harus Contoh China
Pada dasarnya sebagai manusia kita tidak bisa memastikan dengan benar-benar pasti, bahwa apa yang Allah SWT turunkan ini merupakan ujian yang meningkatkan derajat atau azab akibat dosa-dosa kita. Akan tetapi, kita bisa mengetahui dari indikasi-indikasi tertentu, yaitu bagaimana seorang hamba menghadapi musibah tersebut.
Hendaknya seorang hamba senantiasa berprasangka baik kepada Tuhannya. Dalam setiap kondisi. Allah Subhanahu wa ta’ala lebih utama dalam kebaikan dan Dia Pemilik Ketakwaan dan Pemilik Ampunan.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Ini Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Sementara
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :