Dahsyatnya Sakaratul Maut Seperti Tusukan Pedang 300 Kali

loading...
Dahsyatnya Sakaratul Maut Seperti Tusukan Pedang 300 Kali
Peristiwa sakaratul maut adalah sesuatu yang pasti dialami setiap manusia. Foto ilustrasi/Ist
Dahsyatnya sakaratul maut akan dialami semua manusia baik umat muslim maupun non muslim. Tak ada yang bisa menghindar dari pedihnya sakaratul maut kecuali orang-orang yang dirahmati-Nya.

Para Nabi termasuk Baginda Rasulullah yang mulia juga mengalami peristiwa menyakitkan itu. Rasulullah menggambarkan sakaratul maut seperti tusukan pedang 300 kali. Semoga Allah melindungi kita dari pedihnya sakaratul maut.

Baca Juga: Pesan Rasulullah SAW Saat Beliau Menghadapi Sakaratul Maut

Ustaz Said Baumar dilansir dari portal alirsyad.or.id mengatakan, proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana."

Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan pada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya.

Allah Ta'ala berfirman: "Ketika sakaratul maut datang kepada setiap manusia, pasti Malaikat berkata kepadanya: Inilah kematian yang dahulu senantiasa kamu hindari." (QS Qaaf: 19)

Hujattul Islam Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa "Demi Allah, sekiranya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri."

Rasulullah SAW sendiri bersabda bahwa "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang." (HR at-Tirmidzi)

Kemudian Baginda Rasulullah bersabda bahwa "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?" (HR Al-Bukhari)

Imam Al-Ghazali bahkan berpendapat bahwa, "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan dalam perut seseorang. Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa."

Imam Al-Ghazali juga mengatakan bahwa, "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa dan menyebar keseluruh anggota tubuh sehingga bagi orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki."

Dari keterangan Nabi dan ulama terdahulu di atas, kita tak dapat membayangkan betapa sakitnya sakaratul maut. Tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, tetapi begitulah peringatan Rasulullah SAW akan kematian.

Semoga kita dapat mengambil 'ibrah dari peringatan ini dan mudah-mudahan Allah berkenan melindungi kita dari pedihnya sakaratul maut dan kematian.

Baca Juga: Begini Keinginan dan Kondisi Manusia Saat Sakaratul Maut Datang

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur Ayat 31)
cover bottom ayah
preload video