Berkurban Hukumnya Wajib Bagi yang Mampu, Benarkah Demikian?
Kamis, 01 Juli 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal ini perkataan Rasulullah SAW bahwa seseorang ingin berkurban menunjukkan bahwa hukum berkurban itu diserahkan kepada kemauan seseorang, artinya tidak menjadi wajib melaikan sunnah. Kalau hukumnya wajib, maka tidak disebutkan kalau berkeinginan.
ثَلاَثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضَ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّع: الوِتْرُ وَالنَّحْرُ وَصَلاَةُ الضُّحَى
"Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu' (sunnah), yaitu sholat witir, menyembelih udhiyah dan shalat dhuha. (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
Dalil lainnya adalah atsar dari Abu Bakar dan Umar bahwa mereka berdua tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban. Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para shahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.
2. Wajib
Pendapat kedua menyebutkan bahwa menyembelih hewan kurban (udhiyah) hukumnya wajib bagi tiap muslim yang muqim untuk setiap tahun berulang kewajibannya. Yang berpendapat wajib adalah Mazhab Abu Hanifah. Selain itu juga ada Rabi'ah, Al-Laits bin Saad, Al-Auza'ie, At-Tsauri dan salah satu pendapat dari Mazhab Maliki.
Dalil yang mereka kemukakan adalah ijtahad dari firman Allah:
فَصَل لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah." (QS. Al-Kautsar : 2)
Menurut mereka, ayat ini berbentuk 'amr atau perintah. Dan pada dasarnya setiap perintah itu hukumnya wajib untuk dikerjakan. Selain itu juga ada sabda Rasulullah SAW berikut:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
"Dari Abi Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban, janganlah mendekati tempat sholat kami". (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Hadis ini melarang orang Islam yang tidak menyembelih udhiyah untuk tidak mendekati masjid atau tempat sholat. Seolah-olah orang itu bukan muslim atau munafik.
3. Sunnah 'Ain dan Kifayah
Istilah Sunnah 'Ain dan Kiyafah mungkin agak asing di telinga kita. Biasanya kita mengenal istilah fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Lalu, siapa yang berpendapat demikian dan apa maksudnya?
ثَلاَثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضَ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّع: الوِتْرُ وَالنَّحْرُ وَصَلاَةُ الضُّحَى
"Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu' (sunnah), yaitu sholat witir, menyembelih udhiyah dan shalat dhuha. (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
Dalil lainnya adalah atsar dari Abu Bakar dan Umar bahwa mereka berdua tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban. Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para shahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.
2. Wajib
Pendapat kedua menyebutkan bahwa menyembelih hewan kurban (udhiyah) hukumnya wajib bagi tiap muslim yang muqim untuk setiap tahun berulang kewajibannya. Yang berpendapat wajib adalah Mazhab Abu Hanifah. Selain itu juga ada Rabi'ah, Al-Laits bin Saad, Al-Auza'ie, At-Tsauri dan salah satu pendapat dari Mazhab Maliki.
Dalil yang mereka kemukakan adalah ijtahad dari firman Allah:
فَصَل لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah." (QS. Al-Kautsar : 2)
Menurut mereka, ayat ini berbentuk 'amr atau perintah. Dan pada dasarnya setiap perintah itu hukumnya wajib untuk dikerjakan. Selain itu juga ada sabda Rasulullah SAW berikut:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
"Dari Abi Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih kurban, janganlah mendekati tempat sholat kami". (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Hadis ini melarang orang Islam yang tidak menyembelih udhiyah untuk tidak mendekati masjid atau tempat sholat. Seolah-olah orang itu bukan muslim atau munafik.
3. Sunnah 'Ain dan Kifayah
Istilah Sunnah 'Ain dan Kiyafah mungkin agak asing di telinga kita. Biasanya kita mengenal istilah fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Lalu, siapa yang berpendapat demikian dan apa maksudnya?
Lihat Juga :