Jangan Remehkan, Amalan Ini Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah
Kamis, 01 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al Isra: 23)
Keutamaan Berbakti kepada Orangtua
Birrul Walidain berarti berbuat baik kepada kedua orangtua. Berikut empat keutamaan bagi mereka yang berbakti kepada orangtua.
1. Perintah Birrul Walidain setelah Perintah Tauhid
Inti dari Islam adalah tauhid, yaitu mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata. Tauhid adalah yang pertama dan utama bagi seorang muslim. Dan dalam banyak ayat di dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk bertauhid. Ini menunjukkan bahwa masalah Birrul Walidain adalah perkara yang sangat penting, mendekati pentingnya tauhid bagi seorang muslim.
2. Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah
Sebagaimana kisah tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:
أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ
"Apakah orang tuamu masih hidup?". Lelaki tadi menjawab: "Iya". Nabi bersabda: "Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Demikian juga birrul walidain lebih utama dari semua amalan yang keutamaannya di bawah jihad fi sabiilillah. Birrul walidain juga lebih utama dari Thalabul Ilmi selama bukan menuntut ilmu yang wajib 'ain. Birrul walidain juga lebih utama dari safar selama bukan safar yang wajib seperti pergi haji yang wajib. Adapun safar dalam rangka mencari pendapatan maka tentu lebih utama Birrul Walidain dibandingkan safar yang demikian.
3. Pintu Surga
Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu Birrul Walidain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al Isra: 23)
Keutamaan Berbakti kepada Orangtua
Birrul Walidain berarti berbuat baik kepada kedua orangtua. Berikut empat keutamaan bagi mereka yang berbakti kepada orangtua.
1. Perintah Birrul Walidain setelah Perintah Tauhid
Inti dari Islam adalah tauhid, yaitu mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata. Tauhid adalah yang pertama dan utama bagi seorang muslim. Dan dalam banyak ayat di dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk bertauhid. Ini menunjukkan bahwa masalah Birrul Walidain adalah perkara yang sangat penting, mendekati pentingnya tauhid bagi seorang muslim.
2. Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah
Sebagaimana kisah tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:
أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ
"Apakah orang tuamu masih hidup?". Lelaki tadi menjawab: "Iya". Nabi bersabda: "Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Demikian juga birrul walidain lebih utama dari semua amalan yang keutamaannya di bawah jihad fi sabiilillah. Birrul walidain juga lebih utama dari Thalabul Ilmi selama bukan menuntut ilmu yang wajib 'ain. Birrul walidain juga lebih utama dari safar selama bukan safar yang wajib seperti pergi haji yang wajib. Adapun safar dalam rangka mencari pendapatan maka tentu lebih utama Birrul Walidain dibandingkan safar yang demikian.
3. Pintu Surga
Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu Birrul Walidain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه
Lihat Juga :