Jangan Remehkan, Amalan Ini Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah
Kamis, 01 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
Pemandangan seperti ini selalu menarik perhatian setiap pelaksanaan Haji. Beberapa jamaah menggendong orangtua ketika menunaikan ibadah Haji. Foto/dok kabarmakkah
A
A
A
Ada satu amalan yang kedudukannya lebih utama dari Jihad Fii Sabilillah. Sebagaimana diketahui Jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah) adalah amal yang paling dicintai Allah, tetapi kedudukannya masih di bawah amalan ini. Amalan apakah itu?
Dikutip dari kajian Habib Quraisy Baharun, Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan itu mengatakan bahwa amalan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi hingga Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengerjakannya. Amalan yang dimaksud adalah Birrul Walidain yang artinya berbakti kepada orangtua.
Baca Juga: Quraish Shihab: Jihad Adalah Puncak Segala Aktivitas
Berbakti kepada orangtua bukan sekadar balas jasa atau memenuhi tuntunan norma kesopanan, tetapi dalam rangka menaati perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua." (QS. An Nisa: 36)
Perhatikan, dalam ayat ini Allah menggunakan bentuk kalimat perintah. Allah Ta’ala juga berfirman:
قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ
"Katakanlah: 'Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua." (QS. Al-An'am: 151)
Dalam ayat ini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Allah juga berfirman:
Dikutip dari kajian Habib Quraisy Baharun, Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan itu mengatakan bahwa amalan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi hingga Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengerjakannya. Amalan yang dimaksud adalah Birrul Walidain yang artinya berbakti kepada orangtua.
Baca Juga: Quraish Shihab: Jihad Adalah Puncak Segala Aktivitas
Berbakti kepada orangtua bukan sekadar balas jasa atau memenuhi tuntunan norma kesopanan, tetapi dalam rangka menaati perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua." (QS. An Nisa: 36)
Perhatikan, dalam ayat ini Allah menggunakan bentuk kalimat perintah. Allah Ta’ala juga berfirman:
قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ
"Katakanlah: 'Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua." (QS. Al-An'am: 151)
Dalam ayat ini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Allah juga berfirman:
Lihat Juga :