Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia Menurut 4 Teori
Selasa, 06 Juli 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Bukti yang dimaksud Buya Hamka ini adalah berupa sumber dari naskah kuno China yang menyebutkan bahwa sekelompok Bangsa Arab yang bermukim di pesisir barat Pulau Sumatera pada tahun 625 Masehi. Selain itu, di kawasan tersebut yang pada saat itu merupakan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya juga ditemukan batu nisan yang bertuliskan nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 Masehi
2. Teori India (Gujarat)
Teori ini dicetuskan oleh GWJ. Drewes dan dikembangkan oleh Snouck Hurgronje dan kawan-kawan, selain itu teori India atau teori Gujarat ini juga diyakini oleh sejarawan Indonesia Sucipto Wirjosuprato yang meyakini awal mula masuknya islam di Indonesia adalah melalu India (Gujarat).
Baca juga: Harusnya WFH Tapi Dipaksa WFO, Laporkan ke Sini!
Teori ini adalah teori yang menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dari India muslim (Gujarat) yang berdagang di nusantara pada abad ke-13.
Para saudagar dari Gujarat yang datang dari Malaka kemudian menjalin relasi dengan orang-orang di wilayah barat di Indonesia kemudian setelah itu terbentuklah sebuah kerajaan Islam yang bernama kerajaan Samudra Pasai.
Banyak bukti yang menguatkan teori Gujarat ini, salah satunya adalah makam Malik As-Saleh yang merupakan salah satu pendiri kerajaan Samudra Pasai. Corak dari batu nisan Malik As-Saleh sangat mirip dengan batu nisan yang ada di Gujarat. Bahkan makam salah satu walisongo yakni makam Maulana Malik Ibrahim juga memiliki batu nisan khas Gujarat seperti makam Malik As-Saleh.
Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Mulai Beroperasi Rawat Pasien Covid Hari Kamis
3. Teori Persia
Teori ini menyatakan bahwa, selain disebarkan oleh pedagang dari Makkah, Islam juga disebarkan oleh pedagang yang berasal dari Persia yang kira-kira kini letaknya ada di negara Iran. Menurut teori ini, Islam dibawa oleh pedagang yang asalnya dari Iran pada abad 11. Terdapat dua hal yang bisa membuktikan teori ini.
Pertama, setiap tanggal 10 Muharram, di Bengkulu dan Sumatera Barat selalu diadakan upacara Tabuik. Upacara ini diadakan untuk mengenang cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali. Upacara ini adalah upacara tahunan yang juga dilakukan di Persia. Kemudian ada kemiripan kebudayaan Islam antara Indonesia dan Persia, yakni kaligrafi-kaligrafi yang ada di makam batu nisan di Nusantara.
2. Teori India (Gujarat)
Teori ini dicetuskan oleh GWJ. Drewes dan dikembangkan oleh Snouck Hurgronje dan kawan-kawan, selain itu teori India atau teori Gujarat ini juga diyakini oleh sejarawan Indonesia Sucipto Wirjosuprato yang meyakini awal mula masuknya islam di Indonesia adalah melalu India (Gujarat).
Baca juga: Harusnya WFH Tapi Dipaksa WFO, Laporkan ke Sini!
Teori ini adalah teori yang menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dari India muslim (Gujarat) yang berdagang di nusantara pada abad ke-13.
Para saudagar dari Gujarat yang datang dari Malaka kemudian menjalin relasi dengan orang-orang di wilayah barat di Indonesia kemudian setelah itu terbentuklah sebuah kerajaan Islam yang bernama kerajaan Samudra Pasai.
Banyak bukti yang menguatkan teori Gujarat ini, salah satunya adalah makam Malik As-Saleh yang merupakan salah satu pendiri kerajaan Samudra Pasai. Corak dari batu nisan Malik As-Saleh sangat mirip dengan batu nisan yang ada di Gujarat. Bahkan makam salah satu walisongo yakni makam Maulana Malik Ibrahim juga memiliki batu nisan khas Gujarat seperti makam Malik As-Saleh.
Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Mulai Beroperasi Rawat Pasien Covid Hari Kamis
3. Teori Persia
Teori ini menyatakan bahwa, selain disebarkan oleh pedagang dari Makkah, Islam juga disebarkan oleh pedagang yang berasal dari Persia yang kira-kira kini letaknya ada di negara Iran. Menurut teori ini, Islam dibawa oleh pedagang yang asalnya dari Iran pada abad 11. Terdapat dua hal yang bisa membuktikan teori ini.
Pertama, setiap tanggal 10 Muharram, di Bengkulu dan Sumatera Barat selalu diadakan upacara Tabuik. Upacara ini diadakan untuk mengenang cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali. Upacara ini adalah upacara tahunan yang juga dilakukan di Persia. Kemudian ada kemiripan kebudayaan Islam antara Indonesia dan Persia, yakni kaligrafi-kaligrafi yang ada di makam batu nisan di Nusantara.
Lihat Juga :