Budak Asal Persia yang Akhirnya Hafal Al-Quran dan Menjadi Ahli Hadis
Jum'at, 09 Juli 2021 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian kami menemui sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengeluhkan keadaan kami yang harus begadang semalam untuk tilawah Kitabullah.
Mereka berkata, “Khatamkan setiap Jumat sekali.”
Maka kami pun mengerjakan apa yang mereka sarankan. Kami membaca Al-Quran pada sebagian malam dan bisa tidur sebagian malam dan setelah itu kami tidak merasakan keberatan.
Rufai bin Mihraan dimiliki oleh seorang majikan wanita dari Bani Tamim. Dia adalah seorang majikan yang teguh, cerdas, dan terhormat juga jiwanya penuh dengan takwa dan keimanan. Rufai membantunya pada sebagian siang dan istirahat pada sebagian siang lain. Beliau pergunakan waktu senggangnya untuk membaca dan menulis. Beliau pergunakan untuk memperdalam ilmu agama tanpa sedikit pun mengganggu tugas-tugasnya.
Suatu hari Jumat, Rufai’ berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian meminta izin kepada majikannya untuk pergi. Majikannya berkata, “Hendak kemanakah kamu wahai Rufai?
Baca juga: Kisah Tobatnya Malik Bin Dinar, Preman yang Menjadi Ulama di Masa Tabiin
Rufai menjawab, “Saya hendak ke masjid.”
Majikannya bertanya, “Masjid manakah yang kamu maksud?”
Jawabnya, “Masjid Jami’”
Majikannya berkata, “Kalau begitu marilah berangkat bersamaku.”
Mereka berkata, “Khatamkan setiap Jumat sekali.”
Maka kami pun mengerjakan apa yang mereka sarankan. Kami membaca Al-Quran pada sebagian malam dan bisa tidur sebagian malam dan setelah itu kami tidak merasakan keberatan.
Rufai bin Mihraan dimiliki oleh seorang majikan wanita dari Bani Tamim. Dia adalah seorang majikan yang teguh, cerdas, dan terhormat juga jiwanya penuh dengan takwa dan keimanan. Rufai membantunya pada sebagian siang dan istirahat pada sebagian siang lain. Beliau pergunakan waktu senggangnya untuk membaca dan menulis. Beliau pergunakan untuk memperdalam ilmu agama tanpa sedikit pun mengganggu tugas-tugasnya.
Suatu hari Jumat, Rufai’ berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian meminta izin kepada majikannya untuk pergi. Majikannya berkata, “Hendak kemanakah kamu wahai Rufai?
Baca juga: Kisah Tobatnya Malik Bin Dinar, Preman yang Menjadi Ulama di Masa Tabiin
Rufai menjawab, “Saya hendak ke masjid.”
Majikannya bertanya, “Masjid manakah yang kamu maksud?”
Jawabnya, “Masjid Jami’”
Majikannya berkata, “Kalau begitu marilah berangkat bersamaku.”
Lihat Juga :