Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam

Kamis, 28 Mei 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Rifada ialah memberi makan kepada mereka semua. Nadwa adalah pimpinan rapat pada tiap tahun musim. Liwa' ialah panji yang dipancangkan pada tombak lalu ditancapkan sebagai lambang tentara yang sedang menghadapi musuh, dan qiyada ialah pimpinan pasukan bila menuju perang.

Jabatan-jabatan demikian itu di Makkah sangat terpandang. Dalam masalah ibadat seolah pandangan orang-orang Arab semua tertuju ke Ka'bah itu.

Beberapa penulis sejarah, menurut Haekal, tidak keberatan dalam menyebutkan, bahwa Makkah itu masih terbelakang sebelum semua urusan berada di tangan Qushayy pada pertengahan abad kelima Masehi itu. "Sukar bagi kita akan dapat membayangkan suatu daerah seperti Makkah dengan Rumah Purbanya yang dianggap suci itu akan tetap berada dalam suasana hidup pengembaraan," tulisnya.

Padahal sejarah membuktikan, lanjut Haekal, bahwa persoalan Rumah Suci itu berada di tangan Nabi Ismail dalam lingkungan keluarga Jurhum selama beberapa generasi kemudian.

Mereka tinggal di sekitar tempat itu, di samping Makkah masa itu memang tempat pertemuan kafilah-kafilah dalam perjalanan ke Yaman, Hira, Syam dan Najd. Juga hubungannya dengan Laut Merah yang tidak jauh dari tempat itu merupakan hubungan langsung dengan perdagangan dunia.

Sukar akan dapat dibayangkan adanya suatu daerah dalam keadaan demikian itu akan tetap tanpa ada pendekatan dari dunia lain dari segi peradabannya. "Beralasan sekali dugaan kita, bahwa Makkah, yang sudah didoakan oleh Ibrahim dan ditetapkan Allah akan menjadi suatu daerah yang aman sentosa, sudah mengenal hidup stabil selama beberapa generasi sebelum Qushayy," lanjutnya.

Zamzam Kering
Menurut Haekal lagi, meskipun sudah dikalahkan oleh Amalekit, Makkah masih di tangan Jurhum sampai pada masa Mudzadz bin 'Amr ibn Harith.

Selama dalam masa generasi ini perdagangan Makkah mengalami perkembangan yang pesat sekali di bawah kekuasaan orang-orang yang biasa hidup mewah, sehingga mereka lupa bahwa mereka berada di tanah tandus dan bahwa mereka perlu selalu berusaha dan selalu waspada.

Demikian lalainya mereka itu sehingga Zamzam menjadi kering dan pihak kabilah Khuza'a merasa perlu memikirkan akan turut terjun memegang pimpinan di tanah suci itu.

Peringatan Mudzadz kepada masyarakatnya tentang akibat hidup berfoya-foya, tidak berhasil. Ia yakin sekali bahwa hal ini akan menghanyutkan mereka semua.

Kemudian ia berusaha menggali Zamzam lebih dalam lagi. Diambilnya dua buah pangkal pelana emas dari dalam Ka'bah beserta harta yang dibawa orang sebagai sesajen ke dalam Rumah Suci itu. Dimasukkannya semua itu ke dalam dasar sumur, sedang pasir yang masih ada di dalamnya dikeluarkan, dengan harapan pada suatu waktu ia akan menemukannya kembali.

Selanjutnya ia keluar dengan anak-anak Ismail dari Makkah. Kekuasaan sesudah itu dipegang oleh Khuza'a. Demikian seterusnya turun-temurun sampai kepada Qushayy bin Kilab, nenek (kakek) Nabi Muhammad yang kelima datang mengambil alih.

Berdasar Hadis
Dalam sebuah hadis dijelaskan adalah tokoh bernama Amr bin Amir bin Luhai Al-Khuzai yang menyebabkan keturunan Nabi Ismail menyembah berhala. Amr adalah orang yang pertama kali memberikan sesembahan kepada berhala berupa unta. Hal ini biasanya disebut sebagai sawaib.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرِ بْنِ لُحَيٍّ الْخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ وَكَانَ أَوَّلَ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ

Artinya, “Nabi SAW bersabda, ‘Aku melihat 'Amru bin Luhay Al-Khuza'iy menarik punggungnya ke neraka dan dia adalah orang pertama mempersembahkan As-Sawa'ib (saibah),’" (Lihat Al-Bukhārī, Ṣaḥīḥul Bukharī, [Kairo, Dāru Thauqin Najah: 1422 H) juz IV, halaman 184).

Ibnu Hajar Al-Asyqalani dalam Fatḥul Bārī Syarḥ Saḥīḥil Bukhari menyebutkan Amr bin Luhay mendapatkan berhala tersebut dari sekelompok suku di Syam yang bernama Al-Amāliq. Kaum Al-Amalik menyembah berhala dan Amr bin Luhai pun meminta agar Kaum Amalik memberinya salah satu berhala yang mereka sembah dan membawa berhala tersebut masuk ke Kota Makkah. Amr kemudian mendirikan berhala itu di Ka’bah. Berhala itu yang kelak dinamai Hubal.

Tidak hanya itu, Ibnu Hajar juga menyebutkan bahwa Amr bin Luhay inilah yang membuat dua berhala bernama Asaf dan Nailah dikultuskan oleh orang yang sedang thawaf di Kabah sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.

Berdasarkan penuturan Ibnu Hajar, Asaf dan Nailah ini adalah dua orang yang sering membuat kerusakan (fajir) yang tubuhnya diubah oleh Allah Swt menjadi batu.

Asaf adalah orang laki-laki dan Nailah adalah seorang perempuan (walau hal ini masih dipertanyakan keabasahan ceritanya). Dua patung inilah yang dibawa oleh Amr bin Luhay ke samping Ka’bah. Orang-orang yang sedang thawaf di Kabah pada saat itu mengusap kedua berhala tersebut, dimulai dari Asaf dan diakhiri dengan Nailah. Wallahu'alam. (Baca juga: Mentauhidkan Allah Adalah Jihad Terbesar Dalam Hidup Ini )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Rekomendasi
Mesir Temukan Minyak...
Mesir Temukan Minyak Baru di Gurun Barat
Suhu Panas di Prancis...
Suhu Panas di Prancis Mencapai 80 Derajat Celcius, Bisa untuk Goreng Telur!
Ketika Matahari Terbit...
Ketika Matahari Terbit dari Barat, Tanda Kiamat yang Dijelaskan dalam Al-Quran dan Sains
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved