Bolehkah Mengqadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Arafah?

loading...
Bolehkah Mengqadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Arafah?
ilustrasi. Foto istimewa
Besok (19/7) bertepatan dengan hari Arafah atau 9 Dzulhijjah. Umat muslim disunnahkan untuk berpuasa Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa. Namun, sebagai muslimah ternyata masih memiliki utang puasa Ramadhan, dan harus mengqadhanya. Bagaimana hukumnya melaksanakan puasa qadha Ramadhan ini bertepatan dengan waktu puasa Arafah?

Baca juga: Manfaat Qiyamul Lail Bagi Kesehatan Tubuh

Salah satu keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: "Puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).

Baca juga: Sujud Syukur, Sunnah yang Sering Terlupakan

Lantas bagaimana dengan yang mengqadha puasa Ramadhannya pada hari Arafah? Menurut Syaikh Zakaria Al-Anshari dalam kitab 'Asnal Mathalib', menjelaskan qadha puasa Ramadhannya tetap sah. Sedangkan dia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah.

قَوْلُهُ وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ أَفْتَى الْبَارِزِيُّ بِأَنَّ مَنْ صَامَ عَاشُورَاءَ مَثَلًا عَنْ قَضَاءٍ أَوْ نَذْرٍ حَصَلَ لَهُ ثَوَابُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَوَافَقَهُ الْأَصْفُونِيُّ وَالْفَقِيهُ عَبْدُ اللَّهِ النَّاشِرِيُّ وَالْفَقِيهُ عَلِيُّ بْنُ إبْرَاهِيمَ بْنِ صَالِحٍ الْحَضْرَمِيُّ وَهُوَ الْمُعْتَمَدُ (قَوْلُهُ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ اُحْتُسِبَ عَلَى اللَّهِ إلَخْ) الْحِكْمَةُ فِي كَوْنِ صَوْمِ عَرَفَةَ بِسَنَتَيْنِ وَعَاشُورَاءَ بِسَنَةٍ أَنَّ عَرَفَةَ يَوْمٌ مُحَمَّدِيٌّ يَعْنِي أَنَّ صَوْمَهُ مُخْتَصٌّ بِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَاشُورَاءَ يَوْمٌ مُوسَوِيٌّ

Baca juga: Benarkah Menikah di Bulan Dzulhijjah Sangat Dianjurkan?

Artinya: Puasa Asyura. Imam Al-Barizi berfatwa bahwa orang yang berpuasa pada hari Asyura misalnya untuk qadha atau nadzar puasa, maka ia juga mendapat pahala puasa sunnah hari Asyura. Pandangan ini disepakati oleh Al-Ushfuwani, Al-Faqih Abdullah An-Nasyiri, Al-Faqih Ali bin Ibrahim bin Shalih Al-Hadhrami. Ini pandangan yang mu’tamad. (Puasa hari Asyura dihitung oleh Allah). Hikmah di balik ganjaran penghapusan dosa dua tahun untuk puasa sunnah Arafah dan penghapusan dosa setahun untuk puasa Asyura adalah karena Arafah adalah harinya umat Nabi Muhammad, yakni puasa sunnah Arafah bersifat khusus untuk umat Nabi Muhammad. Sementara Asyura adalah harinya umat Nabi Musa. (Asnal Mathalib, juz 5, hal: 388).

Baca juga: Buruan Cek! Bansos Tunai Cair Sekaligus 2 Bulan lewat Bank Himbara

Hal yang sama juga diungkapkan Ibnu Hajar al-Haitami, ulama besar dari Mazhab Syafi'i. Dikutip dari laman NU Online, Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan, niat qadha puasa Ramadhan boleh digabung dengan niat puasa Arafah, dan orang yang melaksanakannya bisa menuai pahala keduanya.

Baca juga: Terungkap, AS Kekurangan Sistem Penangkal Rudal Hipersonik Rusia

Pendapat tersebut juga dibenarkan oleh Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi sebagaimana tertera di kitab I‘anatut Thalibin. “Puasa sunah pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk puasa memang dimaksudkan untuk hari-hari tersebut. Namun, orang yang berpuasa dengan niat lain pada hari-hari tersebut, maka dapatlah baginya keutamaan. Ia menambahkan dalam kitab Al-I‘ab. Dari sana, Al-Barizi berfatwa bahwa seandainya seseorang berpuasa pada hari tersebut dengan niat qada atau sejenisnya, maka dapatlah keduanya, baik ia meniatkan keduanya atau tidak,” (Juz II, Hlm. 224).

Jadi berdasarkan pendapat ulama di atas, hukum menggabungkan niat qadha puasa Ramadhan dan puasa sunnah Arafah adalah boleh.

Baca juga: Risma Berdayakan Karang Taruna untuk Kelola Dapur Umum

Wallahu A'lam
(wid)
preload video