Bolehkah Qadha Puasa di Bulan Syawal?
Rabu, 09 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
Qadha puasa diwajibkan atas orang yang membatalkan puasa karena tidak ada uzur, seperti karena lupa atau sengaja, dan bulan Syawal merupakan bulan awal untuk segera mengganti utang puasa (qadha) Ramadan ini. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bolehkah qadha puasa di bulan Syawal? Qadha (ganti) puasa Ramadan diwajibkan atas orang yang membatalkan puasa karena tidak ada uzur, seperti tidak berniat karena lupa atau sengaja. Dan bulan Syawal merupakan bulan awal untuk segera mengganti utang puasa (qadha) Ramadan ini.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau bepergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” (QS Al Baqarah : 185).
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
" Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dapat dia bayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya." (H.R Abu Daud, Ibnu Majah dan Turmudzi)
Baca juga: Mana yang Harus Didahulukan Puasa 6 Hari Bulan Syawal atau Qadha Ramadan?
Lantas bagaimana tata cara dan niat qadha puasa Ramadan ini?
Saat akan menjalankan puasa qadha , kita tetap wajib berniat puasa di malam hari (sebelum Shubuh) atau pada waktu sahur. Sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadan. Ingat, niat membayar utang puasa berbeda dengan niat puasa Ramadan.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau bepergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.” (QS Al Baqarah : 185).
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ مَنْ اَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِى غَيْرِرُخْصَةٍ وَخَصَهَااللهُ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِكُلِّهِ وَاِنْ صَامَهُ
" Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: Siapa yang berbuka satu hari dari bulan Ramadan tanpa keringanan yang diberikan Allah kepadanya, tiadalah akan dapat dia bayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya." (H.R Abu Daud, Ibnu Majah dan Turmudzi)
Baca juga: Mana yang Harus Didahulukan Puasa 6 Hari Bulan Syawal atau Qadha Ramadan?
Lantas bagaimana tata cara dan niat qadha puasa Ramadan ini?
Saat akan menjalankan puasa qadha , kita tetap wajib berniat puasa di malam hari (sebelum Shubuh) atau pada waktu sahur. Sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadan. Ingat, niat membayar utang puasa berbeda dengan niat puasa Ramadan.
Lihat Juga :