Abu Lahab: Mayatnya Membusuk Tak Ada yang Sudi Mengubur
Jum'at, 29 Mei 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِۚ
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Surah al-Lahab sendiri secara harfiah berarti 'gejolak api' atau 'sabut.' Pada ayat keempat dan kelima, disebutkan firman Allah SWT yang artinya: "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar", "Yang di lehernya ada tali dari sabut."
Maknanya, istri Abu Lahab kelak juga akan merasakan siksa api neraka. Riwayat Ibnu Jarir yang sampai pada Yazid bin Zaid menyebutkan, suatu ketika istri Abu Lahab menebarkan duri-duri ke jalan yang biasa dilalui Nabi SAW. Tidak lama kemudian, turunlah surah al-Lahab, ayat kesatu hingga keempat.
Shabi
Rabiah bin Ibad bercerita pengalamannya yang kala itu masih jahiliyah, "Saya melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di pasar Dzi Majaz, terus mengajak masyarakat, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."
Beliau masuk ke lorong-lorong jalan. Banyak orang yang mengerumuni beliau, dan tidak ada satupun berkomentar, sementara beliau tidak henti-hentinya menyatakan, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."
Hanya saja di belakang beliau ada orang yang wajahnya sangat putih, jambulnya menjuntai itulah Abu Lahab dia selalu mengatakan, "Dia itu shabi (pembawa agama baru), pendusta. Saya bertanya, Siapa ini? Mereka mengatakan, "Muhammad bin Abdillah. Dia mengaku jadi nabi." Lalu siapa yang menyebutnya dusta? tanyaku. "Pamannya, Abu Lahab." Jawab mereka. (Ahmad 16023 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِۚ
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Surah al-Lahab sendiri secara harfiah berarti 'gejolak api' atau 'sabut.' Pada ayat keempat dan kelima, disebutkan firman Allah SWT yang artinya: "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar", "Yang di lehernya ada tali dari sabut."
Maknanya, istri Abu Lahab kelak juga akan merasakan siksa api neraka. Riwayat Ibnu Jarir yang sampai pada Yazid bin Zaid menyebutkan, suatu ketika istri Abu Lahab menebarkan duri-duri ke jalan yang biasa dilalui Nabi SAW. Tidak lama kemudian, turunlah surah al-Lahab, ayat kesatu hingga keempat.
Shabi
Rabiah bin Ibad bercerita pengalamannya yang kala itu masih jahiliyah, "Saya melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di pasar Dzi Majaz, terus mengajak masyarakat, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."
Beliau masuk ke lorong-lorong jalan. Banyak orang yang mengerumuni beliau, dan tidak ada satupun berkomentar, sementara beliau tidak henti-hentinya menyatakan, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."
Hanya saja di belakang beliau ada orang yang wajahnya sangat putih, jambulnya menjuntai itulah Abu Lahab dia selalu mengatakan, "Dia itu shabi (pembawa agama baru), pendusta. Saya bertanya, Siapa ini? Mereka mengatakan, "Muhammad bin Abdillah. Dia mengaku jadi nabi." Lalu siapa yang menyebutnya dusta? tanyaku. "Pamannya, Abu Lahab." Jawab mereka. (Ahmad 16023 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Lihat Juga :