Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Senin, 02 Agustus 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Shahih Bukhori dan Muslim, ketika sahabat yang mulia Abu Dzar Al Ghifari pernah mencela sahabat Bilal karena ibunya yang hitam, maka Nabi SAW menegurnya seraya mengatakan: “Sesungguhnya pada dirimu ada perangai jahiliyyah”.
Saat Fathu Mekkah, Nabi SAW memerintahkan sahabat Bilal agar naik ke Ka'bah untuk mengumandangkan lantunan adzan padahal beliau adalah seorang budak. Begitu pula ketika Nabi SAW masuk ke Ka'bah, ternyata yang beliau ajak masuk adalah Bilal, Usamah dan Utsman bin Tholhah sang juru kunci kabah.
Begitulah Islam, meninggikan derajat seorang hamba dengan iman dan amalnya bukan dengan paras, harta, nasab dan warna kulitnya.
Menarik sekali ucapan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Tidak ada satu ayatpun dalam Al Quran yang memuji atau mencela seseorang karena nasabnya. Namun yang ada adalah memuji keimanan dan ketaatan dan mencela kekufuran dan kefasikan”.
Sejarah mencatat bahwa beberapa orang yang memiliki nasab dan kedudukan yg keren namun tatkala tidak ada keimanan maka tidak ada artinya seperti Abu Lahab, Abu Jahal dll. Sebaliknya walau Bilal, Salman dan sebagainya bukan orang yang bekedudukan keren, tetapi mereka dimuliakan dengan iman mereka.
Sungguh, tidaklah manusia mulia kecuali dengan agamanya Maka janganlah kamu tinggalkan takwa karena mengandalkan nasab Islam telah mengangkat Salman dari Persia. Dan syirik telah merendahkan Abu Lahab yang memiliki nasab yang bagus.
Baca juga: Abu Ubaidah bin Jarrah (1): Memenggal Kepala Sang Ayah di Perang Badar
Saat Fathu Mekkah, Nabi SAW memerintahkan sahabat Bilal agar naik ke Ka'bah untuk mengumandangkan lantunan adzan padahal beliau adalah seorang budak. Begitu pula ketika Nabi SAW masuk ke Ka'bah, ternyata yang beliau ajak masuk adalah Bilal, Usamah dan Utsman bin Tholhah sang juru kunci kabah.
Begitulah Islam, meninggikan derajat seorang hamba dengan iman dan amalnya bukan dengan paras, harta, nasab dan warna kulitnya.
Menarik sekali ucapan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Tidak ada satu ayatpun dalam Al Quran yang memuji atau mencela seseorang karena nasabnya. Namun yang ada adalah memuji keimanan dan ketaatan dan mencela kekufuran dan kefasikan”.
Sejarah mencatat bahwa beberapa orang yang memiliki nasab dan kedudukan yg keren namun tatkala tidak ada keimanan maka tidak ada artinya seperti Abu Lahab, Abu Jahal dll. Sebaliknya walau Bilal, Salman dan sebagainya bukan orang yang bekedudukan keren, tetapi mereka dimuliakan dengan iman mereka.
Sungguh, tidaklah manusia mulia kecuali dengan agamanya Maka janganlah kamu tinggalkan takwa karena mengandalkan nasab Islam telah mengangkat Salman dari Persia. Dan syirik telah merendahkan Abu Lahab yang memiliki nasab yang bagus.
Baca juga: Abu Ubaidah bin Jarrah (1): Memenggal Kepala Sang Ayah di Perang Badar
(mhy)
Lihat Juga :