Buya Arrazy: Hari Ini Banyak Orang Terkena Virus Pikiran dan Lisan
Kamis, 05 Agustus 2021 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Di zaman serba modern ini orang-orang gampang berkomentar lewat sosial media. Ada satu Hadis meski derajatnya Hasan (di bawah sahih) tetapi bisa kita jadikan pelajaran.
البلاء موكل بالمنطق
(Al-Bala-u Muwakkalun Bil-Mantiq)
Artinya:
Bala bencana itu terwakilkan dengan ucapan kata-kata.
Karena semua orang mengatakan: "Indonesia ini negara bobrok, Indonesia bobrok, bobrok". Anak muda bahkan berani mengatakan itu akhirnya seperti itu. Itulah makna "Muwakkalun" (terwakilkan). Sehari kita ngomong begitu langsung diberkahi (diijabahi).
Contoh lain kita sering dengar kata-kata: "Pemimpin kita zalim." Ya, karakter pemimpin itu cuma ada dua, kalau tidak zalim, berarti adil. Tetapi bisa nggak kita ganti redaksinya, ganti lafaznya yang lebih halus.
Misalnya (menyebut): "Pemimpin kita belum sempurna keadilannya" atau "Pemimpin kita baru berusaha adil". Lafaznya mesti dihaluskan.
Contoh lain misalnya, ada suami istri bertengkar. Sang suami berkata: "Kamu kalau begini terus saya bisa kena stroke" atau "Kamu kalau begini kita bisa cerai". Begitu juga ibu kalau marah ke anak jangan sekali-kali ngomong: "Kamu ini kok goblok banget, kamu kok bodoh sekali". Harusnya ngajarin anak itu pakai doa.
Kalau berkata seperti itu ya tunggu saja nanti ucapan itu bisa terjadi. Kebanyakan dosa manusia itu ada di lisannya. Nah, kalau terlanjur demikian, coba bertobat dengan mengamalkan sedekah. Sembari berdoa: "Ya Allah ampuni lisanku yang berkata tak benar."
Berbicara memang lebih afdhol daripada diam. Namun, terkadang diam lebih afdhol daripada bicara. Ada diam yang bernilai emas, ada bicara yang nilainya seperti intan mutiara.
Karena itu, hendaknya kita berhati-hati dengan lisan dan pikiran negatif. Inilah virus yang harus kita obati.
البلاء موكل بالمنطق
(Al-Bala-u Muwakkalun Bil-Mantiq)
Artinya:
Bala bencana itu terwakilkan dengan ucapan kata-kata.
Karena semua orang mengatakan: "Indonesia ini negara bobrok, Indonesia bobrok, bobrok". Anak muda bahkan berani mengatakan itu akhirnya seperti itu. Itulah makna "Muwakkalun" (terwakilkan). Sehari kita ngomong begitu langsung diberkahi (diijabahi).
Contoh lain kita sering dengar kata-kata: "Pemimpin kita zalim." Ya, karakter pemimpin itu cuma ada dua, kalau tidak zalim, berarti adil. Tetapi bisa nggak kita ganti redaksinya, ganti lafaznya yang lebih halus.
Misalnya (menyebut): "Pemimpin kita belum sempurna keadilannya" atau "Pemimpin kita baru berusaha adil". Lafaznya mesti dihaluskan.
Contoh lain misalnya, ada suami istri bertengkar. Sang suami berkata: "Kamu kalau begini terus saya bisa kena stroke" atau "Kamu kalau begini kita bisa cerai". Begitu juga ibu kalau marah ke anak jangan sekali-kali ngomong: "Kamu ini kok goblok banget, kamu kok bodoh sekali". Harusnya ngajarin anak itu pakai doa.
Kalau berkata seperti itu ya tunggu saja nanti ucapan itu bisa terjadi. Kebanyakan dosa manusia itu ada di lisannya. Nah, kalau terlanjur demikian, coba bertobat dengan mengamalkan sedekah. Sembari berdoa: "Ya Allah ampuni lisanku yang berkata tak benar."
Berbicara memang lebih afdhol daripada diam. Namun, terkadang diam lebih afdhol daripada bicara. Ada diam yang bernilai emas, ada bicara yang nilainya seperti intan mutiara.
Karena itu, hendaknya kita berhati-hati dengan lisan dan pikiran negatif. Inilah virus yang harus kita obati.
Lihat Juga :