Malaikat Maut dalam Kisah Sang Raja dan Si Pakaian Kusut

Kamis, 05 Agustus 2021 - 17:42 WIB
loading...
Malaikat Maut dalam...
Imam Ghazali. Foo/Ilustrasi/Ist
A A A
Berikut adalah kisah tentang kehadiran malaikat maut dalam sebuah pesta yang digelar seorang raja. Kisah ini ditulis Imam al-Ghazali dalam kitab al-Masbûk fî Nasîhatil Mulûk.

Baca juga: 6 Sifat Perempuan yang Wajib Dijauhi Menurut Imam Al Ghazali

Dikisahkan, seorang Raja memiliki banyak harta. Ia mengumpulkan berbagai macam harta yang ada di dunia untuk menyenangkan diri dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dibuatlah istana mewah dan megah layaknya tempat tinggal raja. Dipasangkan pintu-pintu gerbang kokoh yang dijaga oleh banyak penjaga.

Suatu ketika, Sang Raja memerintahkan pegawainya untuk membuat pesta makan di istana bersama para menterinya, teman-temannya, dan juga pelayannya. Duduklah ia di atas singgasana dengan lagak sombong sambil berkata:

“Wahai jiwa(nafsu)ku, sungguh Aku telah mengumpulkan semua kenikmatan dunia ini. Sekarang nikmatilah! Harta ini akan dapat memenuhi kebutuhan di dunia ini sepanjang umur.”

Saat pesta tengah berlangsung, di luar istana tampak laki-laki berpakaian kusut, compang-camping, dan di lehernya terkalungkan keranjang rumput. Penampilannya seperti pengemis yang meminta-minta makanan. Ia hendak memasuki gerbang istana dengan wajah menakutkan, sehingga membuat gaduh orang-orang yang sedang berpesta.

Para penjaga pintu istana gentar dan ketakutan dengan kedatangan Si Pakaian Kusut. Mereka pun melompat ke arah pintu sambil berkata kepadanya: “Hai orang lemah, bentuk kerakusan dan ketidaksopanan apa ini? Bersabarlah hingga kami dapat memberimu sisa makanan kami”.

“Sampaikanlah kepada rajamu agar ia segera keluar, karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan,” perinah Si Pakaian Kusut dengan ekspresi serius.

Baca juga: Rasa Lapar dan Keutamaannya Menurut Imam Al-Ghazali

“Menyingkirlah wahai laki-laki lemah! Kamu itu siapa sehingga menyuruh raja keluar untuk menemuimu?” jawab penjaga dengan nada meremehkan.

“Apakah kalian sudah menyampaikan maksudku kepada rajamu, bahwa Aku ingin bertemu dengannya?”, sergah Si Pakaian Kusut.

Berangkatlah penjaga itu menghadap raja dan menyampaikan maksud kedatangan Si Pakaian Kusut yang ingin bertemu dengannya.

Mendengarnya, Sang Raja marah besar dan mencerca Si Penjaga, bahkan Sang Raja mengancamnya akan dijatuhi sanksi.

Menanti Sang Raja tak kunjung keluar, Si Pakaian Kusut kemudian menerobos pintu gerbang istana. Melihat itu, bangkitlah para penjaga pintu dari tempatnya dan mengejar laki-laki itu dengan tongkat dan sebilah pedang di tangan.

“Tetaplah kalian di tempat semula. Aku adalah Malaikat Maut,” Si Pakaian Kusut berteriak.

Mendengar hardikan ini, hati orang seisi istana bergetar hingga membuat mereka terpaku tidak mampu bergerak. Mereka panik kehilangan akal.

“Ambillah harta-hartaku ini semaumu sebagai gantiku,” mohon Sang Raja memecah kegentingan.

“Aku hanya ingin mengambil nyawamu, kedatanganku ke sini tiada lain adalah untuk memisahkanmu dengan kenikmatan dunia yang kau bangga-banggakan ini,” jawab Si Pakaian Kusut yang ternyata adalah Malaikat Maut.

Sang Raja akhirnya melaknat harta bendanya yang dianggapnya telah menipu, mendatangkan bahaya, dan menghalanginya beribadah kepada Tuhannya. Ia menyangka bahwa hartanya dapat memberikan manfaat dalam kehidupannya. Ia baru sadar, bahwa hartanya adalah sumber kerugian dan bencana baginya.

Sekarang, ia tidak mempunyai bekal apa-apa untuk menghadapi Malaikat Maut yang hendak mencabut nyawanya.

Baca juga: Idul Fitri Sebagai Pengingat Akan Akhirat, Begini Kata Imam Ghazali

Atas kuasa Allah, harta Sang Raja diberikan kemampuan berbicara: “Mengapa kamu sekarang melaknatku? Laknatlah dirimu sendiri! Allah menciptakanku agar dijadikan bekal oleh manusia untuk kehidupannya di akhirat; digunakan bersedekah kepada fakir miskin, memakmurkan rumah-rumah ilmu, masjid-masjid, dan kemaslahatan rakyat kecil agar aku dapat membantu pemilikku di akhirat nanti; sedangkan engkau mengumpulkanku sebagai bentuk kebanggaan dan keserakahanmu hanya untuk memenuhi hawa nafsumu. Sekarang engkau berada dalam kerugian dan kesengsaraan. Lalu, dosa apa yang aku perbuat hingga engkau melaknatku?”

Tak lama setelah itu, Malaikat Maut mencabut ruh Sang Raja sebelum sempat menikmati hidangan pesta yang telah dipersiapkan.

Baca juga: Ini Inspirasi Baju Lebaran ala Ariel Noah dan Al Ghazali
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Hikmah Beriman pada...
Hikmah Beriman pada Qadha dan Qadar, Umat Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Wilayah Kosong Dipenuhi...
Wilayah Kosong Dipenuhi Kata Tolong Terdeteksi Google Earth
Dampak Badai Celia Bikin...
Dampak Badai Celia Bikin Langit Spanyol Menjadi Berwarna Oranye
3,5 Abad Diburu, Harta...
3,5 Abad Diburu, Harta Karun di Laut Bahama Masih Banyak Tersisa, Ini Penampakannya
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved