Kisah Makam Imam Bukhari dan Soekarno

Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:37 WIB
loading...
Kisah Makam Imam Bukhari...
Makam Imam Bukhari. Foto/Ist
A A A
Kisah makam Imam Bukhari dan Soekarno, apa hubungannya? Alkisah, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundan g Presiden Sukarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sukarno tak serta merta setuju.

Kala itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh. Sukarno merasa perlu berhati-hati. Sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.

Baca juga: Kenapa Imam Muslim Tidak Meriwayatkan Hadis dari Imam Bukhari, Ini Alasannya

Sukarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev: ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa “menemukan” kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan.

Khrushchev enggan, tapi Sukarno bersikeras. Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Sukarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi.

Ketika akhirnya Sukarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.

Cerita itu tetap bertahan hingga kini, bahkan disebut sebagai salah satu sumbangan penting Sukarno untuk umat Muslim dunia.

Sampai kini nama Presiden Pertama Repubik Indonesia, Sukarno begitu sangat legendaris bagi masyarakat Uzbekistan, sebuah negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet yang penduduknya mayoritas beragama Islam.

Hal tersebutt dikisahkan dalam buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017) karya Sigit Aris Prasetyo.

Hanya saja, sejumlah pihak meragukan kebenaran kisah itu. Nyatanya Sukarno juga tak menceritakan soal makam Imam Bukhari dalam autobiografinya yang dituturkan kepada Cindy Adams. Dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (2014), lawatan Sukarno ke Uni Soviet hanya disinggung sambil lalu saja. Sumber-sumber lain pun tidak konsisten soal waktu peristiwa itu terjadi.

Baca juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih

Dalam buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017) itu menyebut bahwa permintaan pemugaran makam Imam Bukhori itu disampaikan Sukarno kepada Khrushchev sebelum kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956.

Keterangan ini janggal, karena saat itu Presiden Uni Soviet adalah Kliment Voroshilov dan undangan kunjungan datang darinya. Sementara Khrushchev masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Presidium Tertinggi Uni Soviet.

Sejarawan Asvi Warman Adam juga meragukan kebenaran kisah itu. Sebabnya tidak ada literasi resmi soal peristiwa tersebut. "Kadang memang ada cerita Sukarno yang dibesar-besarkan," ujar Asvi suatu ketika.

Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.

Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah.

Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.

Baca juga: Daftar Prank di Berbagai Era Presiden, dari Zaman Sukarno hingga Jokowi

Makam Imam Bukhari terletak di Samarkand, Uzbekistan dan jenazahnya berada di ruang bawah tanah dengan berselimutkan kain hitam, bertuliskan Arab.

Banyak para wisatawan dari kalangan muslim dan nonmuslim yang berasal dari berbagai nagara yang mengunjungi makam Beliau dan peziarah hanya diizinkan masuk sampai ruang atas kompleks permakaman.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Deretan 5 Ulama Besar...
Deretan 5 Ulama Besar Asal Uzbekistan, Salah Satunya Keturunan Nabi Muhammad SAW
Kisah Presiden Sukarno...
Kisah Presiden Sukarno Menyita Rumah Setan Freemasonry
Hadis Qudsi: Berbaik...
Hadis Qudsi: Berbaik Sangka kepada Allah Taala
Hadis Arbain: Jika Engkau...
Hadis Arbain: Jika Engkau Tidak Malu maka Berbuatlah Sesukamu
Hadis Arbain: Tidak...
Hadis Arbain: Tidak Halal Darah Seorang Muslim
Hadis Arbain: Tinggalkanlah...
Hadis Arbain: Tinggalkanlah Sesuatu yang Membuatmu Ragu
Rekomendasi
Misteri Pulau Misterius...
Misteri Pulau Misterius yang Bisa Berpindah-pindah Sendiri Terungkap
Gali Semua Tanah Palestina,...
Gali Semua Tanah Palestina, Arkeolog Blak-Blakan Soal Kuil Suci Sulaiman
Teliiti Sejarah Bumi,...
Teliiti Sejarah Bumi, Gletser Purba Ungkap Fakta Baru
Artikel Terkini
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved