Childfree dalam Islam, Benarkah Menyalahi Sunnah Nabi?
Minggu, 22 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ “
"…dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu (yaitu anak)”. (QS. Al-Baqarah : 187).
Baca juga: Keutamaan Menangis Karena Allah Ta'ala
Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Anas bin Malik dan lain-lain Imam dari kaum Tabi’in menafsirkan ayat di atas dengan anak. (Kitab Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat di atas).
Maksudnya adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mencari anak dengan jalan bercampur (jima’) suami istri apa yang Allah telah tentukan untuk kamu.
Sebenarnya, apa yang disebut childfree, sehingga syariat Islam menjauhinya? Childfree adalah sebuah gaya hidup menolak melahirkan, mengadopsi, atau dengan kata lain memiliki anak bagi pasangan yang sudah menikah meski mereka memiliki kemampuan reproduksi yang sehat.
Baca juga: Belasan Orang Terluka Akibat Margo City Ambruk
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi komunitas yang mengaku diri sebagai Childfree Community, di antaranya adalah kekhawatiran genetik, faktor finansial, mental yang tidak siap menjadi seorang ibu, bahkan alasan lingkungan. Jadi, childfree ini bertentangan dengan sunnah Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam.
Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Abdullah Jaidi, mengatakan childfree akan salah jika dilihat dari sudut pandang Islam. Menurutnya, memilih untuk tidak memiliki anak menyalahi kodrat perkawinan. "Tetapi dalam sudut pandang Islam menyalahi kodrat kemanusiaan dalam perkawinan. Apabila kodrat ini tidak dilaksanakan maka akan timbul kekosongan jiwa dan kestabilan rumah tangga," ujar Abdullah Jaidi.
Abdullah menyebut Allah mengatur rezeki setiap pasangan serta keturunannya. Menurut, Abdullah, anak merupakan pelipur hati dan penyeimbang kehidupan.
Baca juga: JK Meyakini Konflik di Afganistan Bisa Diselesaikan Lewat Perundingan
وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ “
"…dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu (yaitu anak)”. (QS. Al-Baqarah : 187).
Baca juga: Keutamaan Menangis Karena Allah Ta'ala
Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Anas bin Malik dan lain-lain Imam dari kaum Tabi’in menafsirkan ayat di atas dengan anak. (Kitab Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat di atas).
Maksudnya adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mencari anak dengan jalan bercampur (jima’) suami istri apa yang Allah telah tentukan untuk kamu.
Sebenarnya, apa yang disebut childfree, sehingga syariat Islam menjauhinya? Childfree adalah sebuah gaya hidup menolak melahirkan, mengadopsi, atau dengan kata lain memiliki anak bagi pasangan yang sudah menikah meski mereka memiliki kemampuan reproduksi yang sehat.
Baca juga: Belasan Orang Terluka Akibat Margo City Ambruk
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi komunitas yang mengaku diri sebagai Childfree Community, di antaranya adalah kekhawatiran genetik, faktor finansial, mental yang tidak siap menjadi seorang ibu, bahkan alasan lingkungan. Jadi, childfree ini bertentangan dengan sunnah Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam.
Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Abdullah Jaidi, mengatakan childfree akan salah jika dilihat dari sudut pandang Islam. Menurutnya, memilih untuk tidak memiliki anak menyalahi kodrat perkawinan. "Tetapi dalam sudut pandang Islam menyalahi kodrat kemanusiaan dalam perkawinan. Apabila kodrat ini tidak dilaksanakan maka akan timbul kekosongan jiwa dan kestabilan rumah tangga," ujar Abdullah Jaidi.
Abdullah menyebut Allah mengatur rezeki setiap pasangan serta keturunannya. Menurut, Abdullah, anak merupakan pelipur hati dan penyeimbang kehidupan.
Baca juga: JK Meyakini Konflik di Afganistan Bisa Diselesaikan Lewat Perundingan
Lihat Juga :