Bacaan Hizib Bahar, Manfaat dan Adab Mengamalkannya
Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
"Hizib Bahar ini merupakan hizib yang agung derajatnya. Hizib ini tidaklah dibaca pada orang yang sedang takut/khawatir melainkan ia akan aman, pada orang sakit melainkan ia akan sembuh, pada orang yang sedang bersedih kecuali hilang kesedihannya. Kalau saja hizib ini dibaca di tanah Irak tentu tidak akan diekspansi oleh kaum Tar-Tar. Tidaklah hizib ini dibaca di suatu tempat, kecuali akan aman dari mara bahaya dan terjaga dari hama. Aku menamakan hizib ini dengan nama al-‘Iddah al-Wafiyah wa al-Junnah al-Waqiyah. Barangsiapa membaca hizib ini tatkala terbitnya matahari, maka Allah akan mengabulkan doanya, menghilangkan kegelisahannya, mengangkat derajatnya, melapangkan dadanya dan akan aman dari gangguan jin dan manusia’.”
Baca juga: Utamakan Pasar Produk Halal Dalam Negeri
Intinya, manfaat bila membaca hizib bahar secara rutin, yakni:
1. Dapat mengusir rasa takut dan khawatir.
2. Bisa menghilangkan penyakit dan kesedihan.
3. Terjaga dari mara bahaya dan hama.
4. Menjadi sebab dikabulkannya doa.
5. Dapat menjauhkan dari godaan jin, setan, dan manusia.
6. Dapat memantapkan keimanan kepada Allah SWT.
7. Menggetarkan hati orang yang hendak berbuat jahat.
Baca juga: Susi dan Ganjar Adu Mulut Saat Zoom Meeting, Begini Faktanya
Untuk mengamalkannya, maka ada beberapa adab dan tata cara yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Memulai dengan adab dan niat yang baik, layaknya membaca dzikir lain.
2. Hanya meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah SWT.
3. Awali dengan tawassul dengan bacaan Al Fatihah untuk pembuat hizib, Imam Abi Hasan asy-Syadzili.
4. Bila kita memiliki hajat atau keinginan tertentu, pikirkan hajat tersebut dalam angan terutama saat membaca kata al-bahr dalam hizib.
6. Ketika membaca ayat “haa miim” yang jumlahnya tujuh, hadapkan wajah ke enam arah (depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah).
6. Ketika membaca ayat “Kaaf haa yaa ‘ain shaad kifaayatunaa”, tangan kanan menggenggam satu per satu jari tangan kiri. Dimulai dari jari kelingking ketika membaca “kaaf” dan diakhiri ibu jari ketika membaca “shaad”. Terus genggam jari tangan kiri hingga menyelesaikan bacaan “haa miim ‘ain siin qhaaf”. Setelah itu buka genggaman dimulai dari ibu jari, diakhiri dengan kelingking.
Baca juga: DPR Tetap Batasi Kegiatan dan Jaga Prokes Meski PPKM Turun Level 3
Cara di atas merupakan cara yang dianjurkan dalam membaca Hizib Bahar menurut penjelasan dari Sayyid Mukhlif Yahya al-‘Ali al-Hudzaifi al-Husaini. Dalam kitabnya, beliau mengaku pernah diijazahkan langsung oleh Imam Abi Hasan Asy-Syadzili melalui mimpi.
Wallahu A'lam
Baca juga: Utamakan Pasar Produk Halal Dalam Negeri
Intinya, manfaat bila membaca hizib bahar secara rutin, yakni:
1. Dapat mengusir rasa takut dan khawatir.
2. Bisa menghilangkan penyakit dan kesedihan.
3. Terjaga dari mara bahaya dan hama.
4. Menjadi sebab dikabulkannya doa.
5. Dapat menjauhkan dari godaan jin, setan, dan manusia.
6. Dapat memantapkan keimanan kepada Allah SWT.
7. Menggetarkan hati orang yang hendak berbuat jahat.
Baca juga: Susi dan Ganjar Adu Mulut Saat Zoom Meeting, Begini Faktanya
Untuk mengamalkannya, maka ada beberapa adab dan tata cara yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Memulai dengan adab dan niat yang baik, layaknya membaca dzikir lain.
2. Hanya meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah SWT.
3. Awali dengan tawassul dengan bacaan Al Fatihah untuk pembuat hizib, Imam Abi Hasan asy-Syadzili.
4. Bila kita memiliki hajat atau keinginan tertentu, pikirkan hajat tersebut dalam angan terutama saat membaca kata al-bahr dalam hizib.
6. Ketika membaca ayat “haa miim” yang jumlahnya tujuh, hadapkan wajah ke enam arah (depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah).
6. Ketika membaca ayat “Kaaf haa yaa ‘ain shaad kifaayatunaa”, tangan kanan menggenggam satu per satu jari tangan kiri. Dimulai dari jari kelingking ketika membaca “kaaf” dan diakhiri ibu jari ketika membaca “shaad”. Terus genggam jari tangan kiri hingga menyelesaikan bacaan “haa miim ‘ain siin qhaaf”. Setelah itu buka genggaman dimulai dari ibu jari, diakhiri dengan kelingking.
Baca juga: DPR Tetap Batasi Kegiatan dan Jaga Prokes Meski PPKM Turun Level 3
Cara di atas merupakan cara yang dianjurkan dalam membaca Hizib Bahar menurut penjelasan dari Sayyid Mukhlif Yahya al-‘Ali al-Hudzaifi al-Husaini. Dalam kitabnya, beliau mengaku pernah diijazahkan langsung oleh Imam Abi Hasan Asy-Syadzili melalui mimpi.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :