Sadarkah Bahwa Harta itu Amanah Allah?
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu Beliau melanjutkan, "Hai anak adam, kamu tidak memiliki dari hartamu kecuali yang telah kamu makan lalu habis, atau pakaian yang kamu gunakan lalu pakaian itu rusak, atau yang kamu sedekahkan maka itulah yang tersisa." (HR. Muslim).
Baca juga: Rencana Allah Ta'ala Pasti yang Terbaik
Ditambahkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
"Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya)."
(HR. Muslim).
Oleh karenanya selagi Allah Ta'ala masih memberikan kesempatan hidup, maka hendaknya gunakan harta yang dimiliki untuk meraih banyak pahala. Yakni dengan membiasakan diri untuk bersedekah dan membagi sebagian rezeki di jalan Allah.
Baca juga: Obat Diabetes Metformin Ditarik Edar, Mengandung Bahan Kimia Penyebab Kanker
Harta pemberian Allah jangan digunakan untuk foya-foya, jangan bersikap pelit, jangan hanya di simpan saja. Sebab, pada hakikatnya, harta yang kita sedekahkan itulah yang benar-benar akan menjadi milik kita, sedangkan apa yang kita simpan bisa kapan saja hilang, rusak, habis atau menjadi warisan.
Seorang mukmin hendaknya amanah terhadap hartanya. Yakni membelanjakan harta itu di jalan Allah. Seorang mukmin harus gemar sedekah dan infak, selain tidak boleh lupa dengan zakatnya. Ingatlah, ada hak orang lain yang fakir dan miskin di dalam harta kita.
Baca juga: Kasus BLBI Tidak Juga Tuntas Sejak 1998, Serius Engga Sih?
Walllahu A'lam
Baca juga: Rencana Allah Ta'ala Pasti yang Terbaik
Ditambahkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
"Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya)."
(HR. Muslim).
Oleh karenanya selagi Allah Ta'ala masih memberikan kesempatan hidup, maka hendaknya gunakan harta yang dimiliki untuk meraih banyak pahala. Yakni dengan membiasakan diri untuk bersedekah dan membagi sebagian rezeki di jalan Allah.
Baca juga: Obat Diabetes Metformin Ditarik Edar, Mengandung Bahan Kimia Penyebab Kanker
Harta pemberian Allah jangan digunakan untuk foya-foya, jangan bersikap pelit, jangan hanya di simpan saja. Sebab, pada hakikatnya, harta yang kita sedekahkan itulah yang benar-benar akan menjadi milik kita, sedangkan apa yang kita simpan bisa kapan saja hilang, rusak, habis atau menjadi warisan.
Seorang mukmin hendaknya amanah terhadap hartanya. Yakni membelanjakan harta itu di jalan Allah. Seorang mukmin harus gemar sedekah dan infak, selain tidak boleh lupa dengan zakatnya. Ingatlah, ada hak orang lain yang fakir dan miskin di dalam harta kita.
Baca juga: Kasus BLBI Tidak Juga Tuntas Sejak 1998, Serius Engga Sih?
Walllahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :