Mendidik Anak Perempuan Dalam Islam: Mahalkan, Jangan Dimurahkan
Minggu, 29 Agustus 2021 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Menididk anak perempuan juga butuh kesabaran dan kelembutan. Karena secara kodrati perempuan memiliki jiwa yang lebih emosional dan sensitif.
“Dari ‘Aisyah, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR. Bukhari).
Intinya, mendidik anak perempuan butuh perhatian berlebih daripada laki-laki. Seorang ulama mengatakan :
"Jika dirimu mendidik seorang laki-laki, maka kau telah mendidik seseorang. Dan apabila dirimu mendidik seorang anak perempuan, maka kau telah mendidik suatu umat.” (Al Imam Abdul Hamid bin Badis).
Baca juga: Makam Kuno Berusia 1.500 Tahun Ini Membuktikan Cinta Sejati Itu Ada
Jadi, didiklah anak perempuan untuk 'memahalkan' dirinya. Misalnya, didiklah anak perempuan untuk merasa malu. dengan aurat sendiri dan aurat orang lain. Didiklah anak perempuan untuk mencari cinta Sang Maha Pencipta, Yakni Allah Ta'ala, daripada berharap untuk mencari cinta manusia.
Didiklah anak perempuan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan dan rujukan harian. Didik anak perempuan untuk mengenal siapa mahram dan siapa bukan mahram bagi dirinya.
Didiklah anak perempuan untuk menjaga marwah (harga diri) lebih daripada untuk menjaga hati orang yang baru dikenalnya. Didiklah dan ajari semua itu dengan penuh perhatian dan kelembutan.
Baca juga: Protokol Kesehatan Covid yang Harus Dibiasakan untuk Beradaptasi dengan Pandemi
Seperti yang dikatakan Aisyah radhiyallahu ‘anha :
عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ رواه البخاري
“Dari ‘Aisyah, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR. Bukhari).
Intinya, mendidik anak perempuan butuh perhatian berlebih daripada laki-laki. Seorang ulama mengatakan :
"Jika dirimu mendidik seorang laki-laki, maka kau telah mendidik seseorang. Dan apabila dirimu mendidik seorang anak perempuan, maka kau telah mendidik suatu umat.” (Al Imam Abdul Hamid bin Badis).
Baca juga: Makam Kuno Berusia 1.500 Tahun Ini Membuktikan Cinta Sejati Itu Ada
Jadi, didiklah anak perempuan untuk 'memahalkan' dirinya. Misalnya, didiklah anak perempuan untuk merasa malu. dengan aurat sendiri dan aurat orang lain. Didiklah anak perempuan untuk mencari cinta Sang Maha Pencipta, Yakni Allah Ta'ala, daripada berharap untuk mencari cinta manusia.
Didiklah anak perempuan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan dan rujukan harian. Didik anak perempuan untuk mengenal siapa mahram dan siapa bukan mahram bagi dirinya.
Didiklah anak perempuan untuk menjaga marwah (harga diri) lebih daripada untuk menjaga hati orang yang baru dikenalnya. Didiklah dan ajari semua itu dengan penuh perhatian dan kelembutan.
Baca juga: Protokol Kesehatan Covid yang Harus Dibiasakan untuk Beradaptasi dengan Pandemi
Seperti yang dikatakan Aisyah radhiyallahu ‘anha :
Lihat Juga :