Mendidik Anak Perempuan Dalam Islam: Mahalkan, Jangan Dimurahkan

Minggu, 29 Agustus 2021 - 13:49 WIB
loading...
Mendidik Anak Perempuan...
ilustrasi. Foto istimewa
A A A
Mendidik anak perempuan mendapat perhatian khusus dalam Islam. Sebab, dari rahim perempuan muslimah diharapkan akan lahir generasi penerus untuk menegakkan syariat Islam. Seorang perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan moral dan akhlak terpuji pada anak-anaknya. Bila seorang perempuan dididik dengan menanamkan nilai Islam , Insya Allah ia akan menjadi penolong orangtuanya di akhirat.

Baca juga: Waspadai Bahaya Futur, Itu Pertanda Lemahnya Iman

Itulah mengapa, mendidik anak perempuan akan lebih menantang. Artinya, anak perempuan memiliki keutamaan yang berbeda dari anak laki-laki. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata :

"Seorang wanita datang menemuiku dengan membawa dua putrinya sambil meminta, ia tidak dapati padaku selain sebuah kurma saja, lalu aku memberikan kurma tersebut kepadanya, ia pun membagikannya kepada dua putrinya sedang ia sendiri tidak makan sedikitpun. Kemudian ibu itu bangkit lalu keluar, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui kami, dan akupun memberitahukan hal tersebut kepada beliau

Maka beliau Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Sadarkah Bahwa Harta itu Amanah Allah?

Menurut Syaikh Abdul Mun’im Ibrahim dalam kitabnya Tarbiyatul Banaat fil Islam, beliau mengatakan, salah satu cara orang tua memenuhi kebutuhan emosional anak perempuan adalah seperti yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Yaitu memberikan keyakinan kepada anak perempuan bahwa dirinya adalah bagian dari orang tua atau sang ayah

Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

“Aku tidak melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah dalam hal cara bicara dari pada Fatimah. Dahulu, ketika menemui Rasulullah maka beliau langsung berdiri dan menyambutnya, menciumnya dan mendudukkannya di tempat duduk beliau. Begitu juga ketika Rasulullah mendatangi Fatimah, dia langsung berdiri menyambut beliau dan memegang tangan beliau lalu dia mendudukkannya di tempat duduknya. Ketika Rasulullah sedang sakit keras, Fatimah mendatangi beliau, lalu beliau menyambutnya dan menciumnya.” (HR. Al-Bukhari)

Baca juga: Ini 587 Sekolah di Jakarta yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka Besok

Menididk anak perempuan juga butuh kesabaran dan kelembutan. Karena secara kodrati perempuan memiliki jiwa yang lebih emosional dan sensitif.

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ رواه البخاري


“Dari ‘Aisyah, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR. Bukhari).

Intinya, mendidik anak perempuan butuh perhatian berlebih daripada laki-laki. Seorang ulama mengatakan :
"Jika dirimu mendidik seorang laki-laki, maka kau telah mendidik seseorang. Dan apabila dirimu mendidik seorang anak perempuan, maka kau telah mendidik suatu umat.” (Al Imam Abdul Hamid bin Badis)⁣.

Baca juga: Makam Kuno Berusia 1.500 Tahun Ini Membuktikan Cinta Sejati Itu Ada

Jadi, didiklah anak perempuan untuk 'memahalkan' dirinya. Misalnya, didiklah anak perempuan untuk merasa malu. dengan aurat sendiri dan aurat orang lain. Didiklah anak perempuan untuk mencari cinta Sang Maha Pencipta, Yakni Allah Ta'ala, daripada berharap untuk mencari cinta manusia.

Didiklah anak perempuan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan dan rujukan harian. Didik anak perempuan untuk mengenal siapa mahram dan siapa bukan mahram bagi dirinya.

Didiklah anak perempuan untuk menjaga marwah (harga diri) lebih daripada untuk menjaga hati orang yang baru dikenalnya. Didiklah dan ajari semua itu dengan penuh perhatian dan kelembutan.

Baca juga: Protokol Kesehatan Covid yang Harus Dibiasakan untuk Beradaptasi dengan Pandemi

Seperti yang dikatakan Aisyah radhiyallahu ‘anha :

وعَنْ عَائِشَةَ : أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًاأَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ. رواه الإمام أحمد في مسنده (24427) ، وصححه الألباني في ” صحيح الجامع الصغير ” رقم (303)


“Dari ‘Aisyah semoga Allah meridhai beliau bahwa dia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika Allah ‘azza wa jalla menginginkan kebaikan bagi anggota rumah tangga, Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka’ (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, yang dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami ‘as-Shaghir).

Baca juga: RS Polri Sebut Ustaz Yahya Waloni Mulai Membaik

Wallahu A'lam.

(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Mendidik Anak...
Mengapa Mendidik Anak Perempuan Mendapat Perhatian Khusus dalam Islam?
Cara Khusus Mendidik...
Cara Khusus Mendidik Anak Perempuan yang Diajarkan Rasulullah SAW
Inilah Keberuntungan...
Inilah Keberuntungan Memiliki Anak Perempuan dalam Islam
Inilah 4 Tanda Akil...
Inilah 4 Tanda Akil Baligh Perempuan dalam Islam
Karunia Indah Punya...
Karunia Indah Punya Anak Perempuan, Ini Keistimewaannya
Pahala Besar Mendidik...
Pahala Besar Mendidik Anak Perempuan, Begini Penjelasannya
Rekomendasi
Pisahkan Arab dan Afrika,...
Pisahkan Arab dan Afrika, Ini Fenomena Alam Paling Ekstrem yang Terjadi Jutaan Tahun Lalu
Bukan Soal Dajjal, Ini...
Bukan Soal Dajjal, Ini Jawaban Ilmiah Terbaru Penyebab Sungai Efrat Mengering
Makna Malam Lailatul...
Makna Malam Lailatul Qadar dari Sudut Pandang Sains
Artikel Terkini
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved