Baca Surat Yasin, Gus Baha: Rasulullah SAW Tak Terlihat Saat Dikepung
Kamis, 16 September 2021 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang musyrik Mekkah pun mencari-cari keberadaan Rasulullah. Bahkan mereka sampai tiba di mulut gua Tsur. Sahabat Abu Bakar yang menemani Rasulullah di dalam gua Tsur merasa gelisah. Sebab Abu Bakar selalu menganggap Rasulullah sebagai titipan amanah yang harus dijaga dengam sebaik-baiknya.
Namun di saat yang sama, Rasulullah sama sekali tidak risau. Wajah Rasulullah tetap senyum dan selalu tenang. Bahkan Rasulullah menenangkan Abu Bakar. "Wahai Abu Bakar, janganlah kau takut. Sesungguhnya Allah bersama kita. Menurutmu apa yang akan terjadi pada dua orang Allah telah menjadi yang ketiga bagi mereka."
Nabi Muhammad SAW akhirnya bisa pergi dengan bebas ditemani oleh Abu Bakar hijrah menuju Madinah.
Lehernya Terpasang Belenggu
Tentang Surat Yasin ayat 9 ini, Prof Dr Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menggambarkan bahwa redaksi kalimat وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا dipahami oleh Al-Biqa’i sebagai gambaran penderitaan para penentang Rasulullah.
Ayat ini masih berkaitan dengan surat Yasin ayat 7-8 di mana ayat tersebut menerangkan tentang bagaimana orang yang mempertahankan kekufuran adalah seperti orang yang di lehernya terpasang belenggu, yang kemudian belenggu itu diikatkan ke dagu mereka.
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah. ( QS Yasin: 7-8 )
Adapun penjelasan surat Yasin ayat 9 yang dibaca oleh Nabi Muhammad tersebut, dalam penjelasan Quraish Shihab, bahwa mereka (orang yang masih mempertahankan kekufuran mereka) sama sekali tidak dapat melihat dan, kalaupun dapat berjalan, mereka hanya bisa berjalan beberapa langkah saja, tetapi pada akhirnya mereka akan terbentur-bentur oleh dinding pemisah itu.
Baca juga: Rahasia dan Fadhillah Surat Yasin, Yuk Amalkan
Namun di saat yang sama, Rasulullah sama sekali tidak risau. Wajah Rasulullah tetap senyum dan selalu tenang. Bahkan Rasulullah menenangkan Abu Bakar. "Wahai Abu Bakar, janganlah kau takut. Sesungguhnya Allah bersama kita. Menurutmu apa yang akan terjadi pada dua orang Allah telah menjadi yang ketiga bagi mereka."
Nabi Muhammad SAW akhirnya bisa pergi dengan bebas ditemani oleh Abu Bakar hijrah menuju Madinah.
Lehernya Terpasang Belenggu
Tentang Surat Yasin ayat 9 ini, Prof Dr Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menggambarkan bahwa redaksi kalimat وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا dipahami oleh Al-Biqa’i sebagai gambaran penderitaan para penentang Rasulullah.
Ayat ini masih berkaitan dengan surat Yasin ayat 7-8 di mana ayat tersebut menerangkan tentang bagaimana orang yang mempertahankan kekufuran adalah seperti orang yang di lehernya terpasang belenggu, yang kemudian belenggu itu diikatkan ke dagu mereka.
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah. ( QS Yasin: 7-8 )
Adapun penjelasan surat Yasin ayat 9 yang dibaca oleh Nabi Muhammad tersebut, dalam penjelasan Quraish Shihab, bahwa mereka (orang yang masih mempertahankan kekufuran mereka) sama sekali tidak dapat melihat dan, kalaupun dapat berjalan, mereka hanya bisa berjalan beberapa langkah saja, tetapi pada akhirnya mereka akan terbentur-bentur oleh dinding pemisah itu.
Baca juga: Rahasia dan Fadhillah Surat Yasin, Yuk Amalkan
(mhy)
Lihat Juga :