Kisah Sufi yang Diganggu Setan dan Dialog dengan Nabi Khidir
Minggu, 26 September 2021 - 16:42 WIB
loading...
Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan menegur sufi yang berhenti menyeru Tuhannya. (Foto/Ilustrasi:Ist)
A
A
A
Pada suatu saat, seorang sufi tengah tenggelam dalam doa-doanya. Setan datang menghampirinya dan berkata, "Sampai kapan kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah kau, Tuhan takkan pernah menjawabmu!"
Baca juga: Sultan Ibrahim bin Adham, Buah Delima, dan Pernikahan Semalam
Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.
Di malam harinya, Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan bertanya, "Mengapa engkau berhenti menyeru Tuhanmu?"
"Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima," berkata sufi itu.
Khidir menjawab, "Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu."
Dia berkata: "Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku?
Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.
Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu."
Baca juga: Kisah Ibrahim Bin Adham dan Kapal yang Akan Tenggelam
Baca juga: Sultan Ibrahim bin Adham, Buah Delima, dan Pernikahan Semalam
Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.
Di malam harinya, Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan bertanya, "Mengapa engkau berhenti menyeru Tuhanmu?"
"Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima," berkata sufi itu.
Khidir menjawab, "Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu."
Dia berkata: "Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku?
Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.
Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu."
Baca juga: Kisah Ibrahim Bin Adham dan Kapal yang Akan Tenggelam
(mhy)
Lihat Juga :