Kisah Sufi

Kisah Sufi yang Diganggu Setan dan Dialog dengan Nabi Khidir

loading...
Kisah Sufi yang Diganggu Setan dan Dialog dengan Nabi Khidir
Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan menegur sufi yang berhenti menyeru Tuhannya. (Foto/Ilustrasi:Ist)
Pada suatu saat, seorang sufi tengah tenggelam dalam doa-doanya. Setan datang menghampirinya dan berkata, "Sampai kapan kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah kau, Tuhan takkan pernah menjawabmu!"

Baca juga: Sultan Ibrahim bin Adham, Buah Delima, dan Pernikahan Semalam

Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.

Di malam harinya, Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan bertanya, "Mengapa engkau berhenti menyeru Tuhanmu?"

"Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima," berkata sufi itu.

Khidir menjawab, "Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu."

Dia berkata: "Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku?

Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.

Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu."

Baca juga: Kisah Ibrahim Bin Adham dan Kapal yang Akan Tenggelam
(mhy)
cover top ayah
وَلَيۡسَتِ التَّوۡبَةُ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ‌ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ اِنِّىۡ تُبۡتُ الۡـــٰٔنَ وَلَا الَّذِيۡنَ يَمُوۡتُوۡنَ وَهُمۡ كُفَّارٌ ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا
Dan tobat itu tidaklah diterima Allah dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

(QS. An-Nisa:18)
cover bottom ayah
preload video