Kisah Hikmah : Nilai Umur Manusia di Bulan Ramadan
Kamis, 13 Maret 2025 - 17:38 WIB
loading...
Karunia umur adalah nikmat yang sangat berharga, terlebih umur di bulan Ramadan, karenanya manfaatkan waktu Ramadan untuk memperbanyak amal ibadah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah tentang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ini penuh dengan pelajaran penting tentang umur manusia . Bahwasannya karunia umur adalah nikmat yang sangat berharga, terlebih umur di bulan Ramadan
Imam Ahmad, Abu Ya’la, al-Bazzar, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah hadis tentang nilai umur di bulan Ramadan sebagai berikut.
Artinya : Dari Thalhah bin Ubaidullah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada dua orang dari bani Bulai datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Keduanya masuk Islam secara bersamaan. Kemudian salah seorang di antara keduanya lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, hingga ia terjun ke medan jihad, dan akhirnya meraih mati syahid. Kawannya masih hidup satu tahun setelahnya, kemudian ia menyusul wafat.
Alkisah berawal dari Thalhah bin Ubaidullah. Ia adalah salah seorang sahabat as-sabiqun al-awwalun, orang yang masuk Islam pada awal masa dakwah.
Thalhah ikut hijrah ke Madinah, turut berperang dalam Perang Uhud dan perang-perang sesudahnya, dan akhirnya gugur sebagai syahid dalam Perang Jamal pada tahun 36 H. Ia adalah seorang sahabat yang dijamin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk surga.
Thalhah mengisahkan ada dua orang penduduk bani Bulai, yaitu salah satu marga dalam suku besar Khuza’ah. Mereka tinggal di wilayah padang pasir Jazirah Arab yang berbatasan dengan wilayah Irak.
Keduanya menempuh perjalanan jauh dari kampung halamannya menuju Madinah. Di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, keduanya bersama-sama menyatakan keislaman mereka. Namun, kesungguhan keduanya dalam beribadah ternyata berbeda.
Lalu Thalhah bin Ubaidullah melanjutkan kisahnya,
Thalhah bercerita, “Di dalam tidurku, aku bermimpi, ketika aku sedang berdiri di hadapan pintu surga, ternyata aku bertemu dengan kedua orang sahabat dari bani Bulay itu. Tiba-tiba seorang malaikat muncul dari dalam surga ke pintu surga, lalu ia memberi izin kepada sahabat yang meninggal lebih akhir tersebut untuk masuk surga terlebih dahulu.
Imam Ahmad, Abu Ya’la, al-Bazzar, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah hadis tentang nilai umur di bulan Ramadan sebagai berikut.
عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ: أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَكَانَ إِسْلَامُهُمَا جَمِيعًا، وكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنَ الْآخَرِ، فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ، ثُمَّ مَكَثَ الْآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً، ثُمَّ تُوُفِّيَ
Artinya : Dari Thalhah bin Ubaidullah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada dua orang dari bani Bulai datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Keduanya masuk Islam secara bersamaan. Kemudian salah seorang di antara keduanya lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, hingga ia terjun ke medan jihad, dan akhirnya meraih mati syahid. Kawannya masih hidup satu tahun setelahnya, kemudian ia menyusul wafat.
Alkisah berawal dari Thalhah bin Ubaidullah. Ia adalah salah seorang sahabat as-sabiqun al-awwalun, orang yang masuk Islam pada awal masa dakwah.
Thalhah ikut hijrah ke Madinah, turut berperang dalam Perang Uhud dan perang-perang sesudahnya, dan akhirnya gugur sebagai syahid dalam Perang Jamal pada tahun 36 H. Ia adalah seorang sahabat yang dijamin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk surga.
Thalhah mengisahkan ada dua orang penduduk bani Bulai, yaitu salah satu marga dalam suku besar Khuza’ah. Mereka tinggal di wilayah padang pasir Jazirah Arab yang berbatasan dengan wilayah Irak.
Keduanya menempuh perjalanan jauh dari kampung halamannya menuju Madinah. Di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, keduanya bersama-sama menyatakan keislaman mereka. Namun, kesungguhan keduanya dalam beribadah ternyata berbeda.
Lalu Thalhah bin Ubaidullah melanjutkan kisahnya,
Thalhah bercerita, “Di dalam tidurku, aku bermimpi, ketika aku sedang berdiri di hadapan pintu surga, ternyata aku bertemu dengan kedua orang sahabat dari bani Bulay itu. Tiba-tiba seorang malaikat muncul dari dalam surga ke pintu surga, lalu ia memberi izin kepada sahabat yang meninggal lebih akhir tersebut untuk masuk surga terlebih dahulu.
Lihat Juga :