Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
Selasa, 28 September 2021 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hal-hal yang Menjadi Penghalang Datangnya Jodoh
Beliau juga berkata ketika mensyarah (menjelaskan) hadis Sa’ad, “Hadis ini menunjukkan disenanginya memberi infak dalam berbagai perkara kebaikan, dan menunjukkan bahwa amalan itu tergantung niatnya, sehingga seseorang itu hanyalah diberi pahala atas amalnya dengan niatnya. Hadis ini juga menunjukkan bahwa memberi infak kepada keluarga akan diberi pahala bila mengharapkan wajah Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana pula dalam hadis ini ditunjukkan bahwa perkara mubah bila diniatkan untuk mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala akan menjadi amalan ketaatan dan diberi pahala karenanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi peringatan tentang hal ini dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu,” sementara istri termasuk bagian dunia yang paling khusus bagi seorang laki-laki, tempat pelampiasan syahwatnya, dan tempat kelezatannya yang mubah. Biasanya menyuapi istri hanya terjadi ketika sedang bercengkerama, berlemah lembut dan bercumbu dengan sesuatu yang mubah.
Bila dipikir, keadaan seperti ini tentunya sangat jauh dari ketaatan dan perkaraperkara akhirat. Namun bersamaan dengan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bila si suami memaksudkan suapan tersebut dalam rangka mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala maka ia akan memperoleh pahala dengan perbuatan tersebut.
Tentunya perbuatan yang selain ini lebih pantas untuk memperoleh pahala bila ditujukan karena wajah Allah subhanahu wa ta’ala. Terkandung dalam hal ini apabila manusia melakukan sesuatu yang asalnya mubah dengan mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala maka ia akan diberi pahala, seperti bila seseorang makan dengan niat agar kuat dalam melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tidur untuk istirahat agar bisa bangun untuk melaksanakan ibadah dalam keadaan segar lagi bersemangat, bercumbu dengan istri dan budak wanita yang dimiliki dengan tujuan menjaga diri, pandangannya dan selainnya dari perkara yang haram, juga untuk tujuan memenuhi hak istri dan untuk memperoleh anak yang saleh.
Inilah makna dari sabda Nabi subhanahu wa ta’ala,
وَفِي بُضِعْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
(‘Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah.’) Wallahu a’lam.” (Syarah Shahih Muslim)
Baca juga: Doa Minum Obat dan Mohon Kesembuhan Ketika Sakit
Wallahu A'lam
Beliau juga berkata ketika mensyarah (menjelaskan) hadis Sa’ad, “Hadis ini menunjukkan disenanginya memberi infak dalam berbagai perkara kebaikan, dan menunjukkan bahwa amalan itu tergantung niatnya, sehingga seseorang itu hanyalah diberi pahala atas amalnya dengan niatnya. Hadis ini juga menunjukkan bahwa memberi infak kepada keluarga akan diberi pahala bila mengharapkan wajah Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana pula dalam hadis ini ditunjukkan bahwa perkara mubah bila diniatkan untuk mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala akan menjadi amalan ketaatan dan diberi pahala karenanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi peringatan tentang hal ini dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu,” sementara istri termasuk bagian dunia yang paling khusus bagi seorang laki-laki, tempat pelampiasan syahwatnya, dan tempat kelezatannya yang mubah. Biasanya menyuapi istri hanya terjadi ketika sedang bercengkerama, berlemah lembut dan bercumbu dengan sesuatu yang mubah.
Bila dipikir, keadaan seperti ini tentunya sangat jauh dari ketaatan dan perkaraperkara akhirat. Namun bersamaan dengan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bila si suami memaksudkan suapan tersebut dalam rangka mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala maka ia akan memperoleh pahala dengan perbuatan tersebut.
Tentunya perbuatan yang selain ini lebih pantas untuk memperoleh pahala bila ditujukan karena wajah Allah subhanahu wa ta’ala. Terkandung dalam hal ini apabila manusia melakukan sesuatu yang asalnya mubah dengan mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala maka ia akan diberi pahala, seperti bila seseorang makan dengan niat agar kuat dalam melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tidur untuk istirahat agar bisa bangun untuk melaksanakan ibadah dalam keadaan segar lagi bersemangat, bercumbu dengan istri dan budak wanita yang dimiliki dengan tujuan menjaga diri, pandangannya dan selainnya dari perkara yang haram, juga untuk tujuan memenuhi hak istri dan untuk memperoleh anak yang saleh.
Inilah makna dari sabda Nabi subhanahu wa ta’ala,
وَفِي بُضِعْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
(‘Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah.’) Wallahu a’lam.” (Syarah Shahih Muslim)
Baca juga: Doa Minum Obat dan Mohon Kesembuhan Ketika Sakit
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :