Inilah Isi Surat Ali 'Imran Ayat 85 dan 102 yang Bikin Pendeta Jadi Mualaf
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Artinya:
Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di Akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Ali Imran: 85)
Tafsir:
Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah sama dengan inti ajaran Nabi-nabi sebelumnya, yakni tauhid. Maka barangsiapa mencari agama selain Islam setelah terutusnya Nabi Muhammad dia tidak akan diterima karena Allah tidak meridainya, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi, karena ia berhak atas siksa-Nya.
Surat Ali 'Imran Ayat 102:
Yaaa ayyuhal laziina aamanut taqul laaha haqqa tuqootihii wa laa tamuuntunna illaa wa antum muslimuun.
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Ali Imran: 102)
Tafsir:
Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.
Baca Juga: Viral! Kisah Mantan Pendeta Jadi Mualaf karena Surat Ali Imran
Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di Akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Ali Imran: 85)
Tafsir:
Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah sama dengan inti ajaran Nabi-nabi sebelumnya, yakni tauhid. Maka barangsiapa mencari agama selain Islam setelah terutusnya Nabi Muhammad dia tidak akan diterima karena Allah tidak meridainya, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi, karena ia berhak atas siksa-Nya.
Surat Ali 'Imran Ayat 102:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ
Yaaa ayyuhal laziina aamanut taqul laaha haqqa tuqootihii wa laa tamuuntunna illaa wa antum muslimuun.
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Ali Imran: 102)
Tafsir:
Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.
Baca Juga: Viral! Kisah Mantan Pendeta Jadi Mualaf karena Surat Ali Imran
(rhs)
Lihat Juga :