3 Kali Malaikat Peringatkan Raja Kisra Agar Berpasrah Diri Kepada Allah SWT
Senin, 04 Oktober 2021 - 05:15 WIB
loading...
Raja Kisra atau Khosrow II (Khusraw Parvez). King of the Sasanian Empire, 570-628 by Adriano Laruccia (sumber: art-girona.com)
A
A
A
Raja Kisra dari Persia sempat mendapat peringatan malaikat sebelum ajalnya tiba dan kekuasaannya tumbang. Raja yang sempat mengusir utusan Nabi Muhammad SAW , Abdullah as-Sahmi, dan menyobek-nyobek surat seruan Nabi untuk memeluk agama Islam ini bahkan mengusir malaikat tersebut. "Pergi ... pergi... pergi.." serunya.
Baca juga: Raja Kisra Berakhir Tragis karena Hina Nabi, Bandingkan dengan Raja Heraclius yang Hormat
Al-Tabari dalam bukunya berjudul Tarikh al-Rusul wa al-Mulukmemaparkan dua versi dalam kisat tersebut. Kisah pertamaberdasar penuturanKhalid al-Hadhdha yang meriwayatkan, bahwa dia mendengar Abdurrahman bin Abu Bakrah berkata:
Kisra, putra Hurmuz, sedang tidur pada suatu malam di istananya (aywan), istana al-Madain, dan pasukan kavaleri (yang bertugas menjaga) ditempatkan di sekitar kastilnya.
Tiba-tiba, muncullah seseorang dengan tongkat yang berjalan dan berdiri di depan Kisra dan berkata, “Wahai Kisra, putra Hurmuz, aku adalah utusan Tuhan untukmu (yang membawa pesan) bahwa engkau harus berpasrah diri (kepada-Nya).”
Dia mengatakan ini tiga kali, sementara Kisra berbaring tidak berdaya, menatapnya tetapi tidak menjawab. Kemudian malaikat itu meninggalkannya.
Kisra memanggil komandan pengawal dan berkata kepadanya, “Apakah engkau mengizinkan orang tadi untuk datang ke hadapanku?”
Komandan pengawal menjawab, “Tidak, aku tidak melakukannya, dan tidak ada seorang pun yang datang dari arah kami.”
Ketika tahun berikutnya, Kisra takut malam itu (yang seperti tahun lalu) dan memberi perintah kepada komandan pengawal, “Tempatkan pengawal di sekitar kastilku dan jangan biarkan siapa pun datang ke hadapanku.”
Komandan pengawal melakukan itu. Tetapi pada saat jam yang sama, lihatlah, ada malaikat dengan tongkat berdiri di dekat kepalanya dan berkata kepadanya, “Wahai Kisra, putra Hurmuz, aku adalah utusan Tuhan untukmu (yang membawa pesan) bahwa engkau harus berpasrah diri (kepada-Nya), lakukanlah, dan itu akan menjadi yang terbaik untukmu!”
Kisra menatapnya tanpa memberikan jawaban apapun. Kemudian malaikat itu meninggalkannya.
Kisra memanggil komandan pengawal (dan menegurnya), “Bukankah aku memerintahkanmu untuk tidak membiarkan siapa pun datang ke hadapanku?”
Baca juga: Raja Kisra Berakhir Tragis karena Hina Nabi, Bandingkan dengan Raja Heraclius yang Hormat
Al-Tabari dalam bukunya berjudul Tarikh al-Rusul wa al-Mulukmemaparkan dua versi dalam kisat tersebut. Kisah pertamaberdasar penuturanKhalid al-Hadhdha yang meriwayatkan, bahwa dia mendengar Abdurrahman bin Abu Bakrah berkata:
Kisra, putra Hurmuz, sedang tidur pada suatu malam di istananya (aywan), istana al-Madain, dan pasukan kavaleri (yang bertugas menjaga) ditempatkan di sekitar kastilnya.
Tiba-tiba, muncullah seseorang dengan tongkat yang berjalan dan berdiri di depan Kisra dan berkata, “Wahai Kisra, putra Hurmuz, aku adalah utusan Tuhan untukmu (yang membawa pesan) bahwa engkau harus berpasrah diri (kepada-Nya).”
Dia mengatakan ini tiga kali, sementara Kisra berbaring tidak berdaya, menatapnya tetapi tidak menjawab. Kemudian malaikat itu meninggalkannya.
Kisra memanggil komandan pengawal dan berkata kepadanya, “Apakah engkau mengizinkan orang tadi untuk datang ke hadapanku?”
Komandan pengawal menjawab, “Tidak, aku tidak melakukannya, dan tidak ada seorang pun yang datang dari arah kami.”
Ketika tahun berikutnya, Kisra takut malam itu (yang seperti tahun lalu) dan memberi perintah kepada komandan pengawal, “Tempatkan pengawal di sekitar kastilku dan jangan biarkan siapa pun datang ke hadapanku.”
Komandan pengawal melakukan itu. Tetapi pada saat jam yang sama, lihatlah, ada malaikat dengan tongkat berdiri di dekat kepalanya dan berkata kepadanya, “Wahai Kisra, putra Hurmuz, aku adalah utusan Tuhan untukmu (yang membawa pesan) bahwa engkau harus berpasrah diri (kepada-Nya), lakukanlah, dan itu akan menjadi yang terbaik untukmu!”
Kisra menatapnya tanpa memberikan jawaban apapun. Kemudian malaikat itu meninggalkannya.
Kisra memanggil komandan pengawal (dan menegurnya), “Bukankah aku memerintahkanmu untuk tidak membiarkan siapa pun datang ke hadapanku?”
Lihat Juga :