Akhir Hindun binti Utbah, Si Pemakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib

Senin, 04 Oktober 2021 - 17:55 WIB
loading...
Akhir Hindun binti Utbah,...
Ilustrasi HIndun bin Utbah. Sejak peristiwa Perang Uhud, Hindun berjuluk Si Pemakan Hati. Namun pasca pembebasan Mekkah ia memeluk Islam. (Sumber YouTube/diolah)
A A A
Hindun binti Utbah adalah arsitek pembunuh paman Nabi SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib . Ia menugaskan Wahsyi bin Harb untuk membunuh Hamzah dalam perang Uhud. Misi ini sukses. Jasad paman Nabi SAW itu dimutilasi. Dan sejak peristiwa Perang Uhud , Hindun berjuluk "Si Pemakan Hati". Kendati demikian, di akhir hayatnya dia menjadi muslimah yang salehah.

Baca juga: Wahsyi bin Harb: Budak Pembunuh Hamzah, Gagak Hitam yang Dibenci Kaum Muslim

dan para wanita yang bersamanya berhenti untuk memutilasi jenazah para sahabat Nabi. Dia memotong dan mengeluarkan hati Hamzah dan mengunyahnya, tetapi dia tidak mampu menelannya dan membuangnya.

Perang Uhud akhirnya selesai, dan kedua belah pihak pun berpisah. Pada perang kali ini kerugian kaum Muslim tiga kali lebih besar ketimbang Quraisy. Ini adalah satu-satunya perang di antara Muslim Madinah dan Quraisy Makkah di mana Muslim tidak memenanginya.

Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam Sirah Nabawiyah, terjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi menyebutkan korban dari pihak Muslim sebanyak 70 orang, yang kebanyakan berasal dari kaum Ansar. Rinciannya adalah kaum Ansar sebanyak 65 orang, Muhajirin 4 orang, dan Yahudi 1 orang.

Mengenai orang Yahudi ini, dia bernama Mukhairiq, dia satu-satunya orang Yahudi yang mau ikut dalam perang Uhud. Sementara korban dari pihak Quraisy, menurut Ibnu Ishaq jumlahnya hanya 20 orang.

Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung

Sebelum pulang ke Mekkah, para wanita Quraisy menyempatkan diri untuk mencari-cari jenazah para syuhada Muslim yang terbunuh. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Salih bin Kaisan:

Hindun binti Utbah dan para wanita yang bersamanya berhenti untuk memutilasi jenazah para sahabat Nabi. Mereka memotong telinga dan hidung mereka, dan Hindun membuatnya menjadi gelang kaki dan kalung, dan memberikan gelang kaki dan kalung serta liontinnya (yaitu perhiasan-perhiasan yang sebelumnya telah dia janjikan) kepada Wahsyi (pembunuh Hamzah), budak Jubair bin Mutham.

Ibnu Ishaq mendiskripsikan tentang kekejaman Hindun. Dia memotong dan mengeluarkan hati Hamzah dan mengunyahnya, tetapi dia tidak mampu menelannya dan membuangnya.

Berita ini kemudian disampaikan pada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersabda, "Kalau saja dia menelannya, tentu dia tidak akan tersentuh api neraka, karena Allah mengharamkan bagi neraka untuk menyentuh bagian daging Hamzah sedikit pun."

Syair Hindun
Hindun yang jago beryair itu, menaiki batu yang tinggi dan berteriak sekeras mungkin:

Kami telah membayarmu kembali atas (kekalahan pada Perang) Badar
Dan perang yang mendatangkan perang selalu disertai kekerasan.
Aku tidak tahan kehilangan Utbah (ayah Hindun)
Juga saudara laki-lakiku dan pamannya, dan anak sulungku.
Aku telah melaksanakan pembalasanku dan memenuhi sumpahku.
Engkau, wahai Wahsyi, telah meredakan rasa terbakar di dadaku.
Aku akan berterima kasih kepada Wahsyi sepanjang hidupku
Sampai tulangku membusuk di kuburan.

Hindun binti Uthatha bin Abbad bin al-Muthalib membalasnya:

Engkau dipermalukan di Badar dan setelah Badar,
Wahai putri seorang laki-laki tercela, yang hebat hanya dalam kekafiran.
Allah membawamu pada dini hari
Seorang lelaki tinggi dan berkulit putih dari (Bani) Hasyim,
Semua orang menebas dengan pedang tajamnya:
Hamzah singaku dan Ali elangku.
Saat Syaibah (paman Hindun) dan ayahmu berencana menyerangku
Mereka membuat merah dada mereka dengan darah (maksudnya Ali dan Hamzah telah membunuh ayah dan paman Hindun pada perang Badar).
Sumpah jahatmu adalah sumpah yang terburuk.

Hindun binti Utbah juga berkata:

Aku melaksanakan pembalasanku kepada Hamzah di Uhud.
Aku membelah perutnya untuk mendapatkan hatinya.
(Perbuatan) ini mengangkat dariku (penderitaan) apa yang telah aku rasakan
Tentang kesedihan yang membakar dan rasa sakit yang luar biasa.
Perang akan menghantammu dengan sangat keras
Datang kepadamu sebagaimana singa menyerang.

Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung

Al-Hulais bin Zabban, yang saat itu adalah komandan tentara kulit hitam, melewati Abu Sufyan sambil menusuk bagian pinggir mulut Hamzah dengan ujung tombaknya, berkata, “Rasakan itu, engkau pemberontak!”

Hulais berseru, “Wahai Bani Kinanah! Apakah ini pemimpin Quraisy yang bertindak seperti itu, kepada sepupunya yang sudah meninggal seperti yang kalian lihat?”

Dia berkata, “Membuat kalian bingung. Jadikanlah masalah ini rahasia, karena ini adalah kesalahan.”

Ketika Abu Sufyan hendak berangkat pulang, dia naik ke puncak gunung dan berteriak dengan keras, “Kalian telah melakukan pekerjaan yang bagus; Kemenangan dalam perang berjalan bergantian. Hari ini sebagai gantinya hari (Perang Badar)! Tunjukkan kehebatanmu, Hubal,” yaitu membela agama kalian.

Nabi memerintahkan Umar bin Khattab untuk bangkit dan menjawabnya, dan berkata, “Allah itu Maha Tinggi dan Maha Mulia. Kita (Quraisy dan Muslim) tidak sama. Orang-orang yang mati pada sisi kami berada di surga; (orang-orang) mati (di sisi)mu berada di neraka.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Rekomendasi
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
Kuburan Ini Diyakini...
Kuburan Ini Diyakini Lebih Tua dari Makam Habil Anak Nabi Adam
Abbas bin Firnas, Ilmuwan...
Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Artikel Terkini
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved