Tahlilan Sesat dan Bikin Kafir? Begini Jawaban Gus Baha
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Gus Baha, ijma' ulama mengatakan jika ada seseorang yang kafir, namun ia dalam akhir hayatnya mengucapkan kalimat syahadat maka ia dihukumi masuk surga. Ia telah masuk Islam. "Jika demikian, mengapa orang yang baca tahlil dan kalimat syahadat saat tahlil atau ziarah justru dikafirkan," katanya.
Menurut Gus Baha, itu bertentangan dengan nalar sehat dan akal manusia. "Sekaya apapun akal manusia pasti tidak akan memahami ambiguitas orang mengkafirkan orang yang membaca kalimat tayyibah," tandasnya.
Doa untuk Ahli Kubur
Di sisi lain, dalam satu sesi pengajian kitab Tafsir Jalalain, Gus Baha juga menegaskan seharusnya umat Islam meyakini bahwa doa akan sampai kepada ahli kubur.
Pasalnya hal tersebut telah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW.
“Tidak ada aliran manapun di Islam ini yang memungkiri kalau doa itu sampai kepada mayit, meskipun ada yang mengkritik tahlilan, acara 7 hari mayit oke tidak apa-apa ada yang mengkritik, Tapi kalau meyakini doa tidak sampai kepada mayit itu tidak ada dalam firqoh ulama manapun,” tegas Gus Baha.
“Meskipun ada yang mengkritik kaifiyah (tata cara) misalnya dikatakan tahlil itu bid’ah tidak masalah ada yang mengkritik seperti itu. Tapi kalau sampai mengatakan doa tidak sampai kepada mayit itu salah besar, karena semua sepakat doa sampai kepada mayit,” lanjutnya.
“Karena doa itu diajarkan Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad semuanya berdoa” :
Artinya : Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat) .” ( QS Ibrahim : 41 )
Selain itu terdapat pula dalam surat Muhammad ayat 19 :
Menurut Gus Baha, itu bertentangan dengan nalar sehat dan akal manusia. "Sekaya apapun akal manusia pasti tidak akan memahami ambiguitas orang mengkafirkan orang yang membaca kalimat tayyibah," tandasnya.
Doa untuk Ahli Kubur
Di sisi lain, dalam satu sesi pengajian kitab Tafsir Jalalain, Gus Baha juga menegaskan seharusnya umat Islam meyakini bahwa doa akan sampai kepada ahli kubur.
Pasalnya hal tersebut telah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW.
“Tidak ada aliran manapun di Islam ini yang memungkiri kalau doa itu sampai kepada mayit, meskipun ada yang mengkritik tahlilan, acara 7 hari mayit oke tidak apa-apa ada yang mengkritik, Tapi kalau meyakini doa tidak sampai kepada mayit itu tidak ada dalam firqoh ulama manapun,” tegas Gus Baha.
“Meskipun ada yang mengkritik kaifiyah (tata cara) misalnya dikatakan tahlil itu bid’ah tidak masalah ada yang mengkritik seperti itu. Tapi kalau sampai mengatakan doa tidak sampai kepada mayit itu salah besar, karena semua sepakat doa sampai kepada mayit,” lanjutnya.
“Karena doa itu diajarkan Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad semuanya berdoa” :
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Artinya : Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat) .” ( QS Ibrahim : 41 )
Selain itu terdapat pula dalam surat Muhammad ayat 19 :
Lihat Juga :