Tahlilan Sesat dan Bikin Kafir? Begini Jawaban Gus Baha
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:48 WIB
loading...
Gus Baha mengatakan sah-sah saja tidak setuju mengenai adanya tahlilan dan ziarah kubur. Itu bebas dan tidak masalah. (Foto/Ilustrasi:Ist)
A
A
A
Benarkah tahlilan sebagai salah satu amalan yang sesat bahkan menjadikan seseorang kafir? KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menganggap mereka yang berpendapat demikian sebagai orang yang aneh.
Baca juga: Gus Baha Jelaskan Khilafiyah Hukum Musik dalam Islam
Gus Baha mengatakan sah-sah saja tidak setuju mengenai adanya tahlilan dan ziarah kubur. Itu bebas dan tidak masalah. Tapi, dia mengingatkan, jangan menghukumi orang yang tahlilan atau ziarah kubur sebagai kafir. Lafal La ilaha Illa Allah dapat menjadikan orang kafir menjadi mukmin.
"Lafal Laa ilaaha illaAllah iku kan dadekno wong sing asale kafir dadi mukmin, ora suwalike," ujarnya.
Fungsi lafal ini (Laa ilaaha illaAllah) menjadikan orang kafir saja bisa menjadi Mukmin. "Masak ya lafal yang sama bisa menjadikan orang mukmin menjadi kafir?"
"Mau kalian pikir seperti apapun nggak akan bisa ketemu jalurnya. Inilah pentingnya menjadi orang yang alim," tambahnya.
Dia mengingatkan bahwa tahlil yang dibaca adalah kalimat-kalimat tayyibah, seperti dua kalimat syahadat dan tahlil.
Itu sebabnya ia menganggap aneh dengan adanya sekelompok orang yang kerapkali mengkafirkan dan menyesatkan orang-orang yang tahlilan dan atau ziarah kubur.
Ulama asal Narukan Rembang, Jawa Tengah ini dalam jaringan YouTube yang dilansir sejumlah kanal mengingatkan agar jangan mudah mengkafirkan orang lain yang melakukan ibadah.
Baca juga: Baca Surat Yasin, Gus Baha: Rasulullah SAW Tak Terlihat Saat Dikepung
Baca juga: Gus Baha Jelaskan Khilafiyah Hukum Musik dalam Islam
Gus Baha mengatakan sah-sah saja tidak setuju mengenai adanya tahlilan dan ziarah kubur. Itu bebas dan tidak masalah. Tapi, dia mengingatkan, jangan menghukumi orang yang tahlilan atau ziarah kubur sebagai kafir. Lafal La ilaha Illa Allah dapat menjadikan orang kafir menjadi mukmin.
"Lafal Laa ilaaha illaAllah iku kan dadekno wong sing asale kafir dadi mukmin, ora suwalike," ujarnya.
Fungsi lafal ini (Laa ilaaha illaAllah) menjadikan orang kafir saja bisa menjadi Mukmin. "Masak ya lafal yang sama bisa menjadikan orang mukmin menjadi kafir?"
"Mau kalian pikir seperti apapun nggak akan bisa ketemu jalurnya. Inilah pentingnya menjadi orang yang alim," tambahnya.
Dia mengingatkan bahwa tahlil yang dibaca adalah kalimat-kalimat tayyibah, seperti dua kalimat syahadat dan tahlil.
Itu sebabnya ia menganggap aneh dengan adanya sekelompok orang yang kerapkali mengkafirkan dan menyesatkan orang-orang yang tahlilan dan atau ziarah kubur.
Ulama asal Narukan Rembang, Jawa Tengah ini dalam jaringan YouTube yang dilansir sejumlah kanal mengingatkan agar jangan mudah mengkafirkan orang lain yang melakukan ibadah.
Baca juga: Baca Surat Yasin, Gus Baha: Rasulullah SAW Tak Terlihat Saat Dikepung
Lihat Juga :