Kisah Mansa Musa Orang dengan Kekayaan Rp5.897 triliun Naik Haji
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Dari Timbuktu, Mansa Musa berjalan ke Kairo. Menurut Eamonn Gearon jarak antara Timbuktu ke Kairo sekitar 3777 km. Adapun jarak dari Kairo ke Mekkah hanya tinggal sekitar 1287 Km lagi. Dengan demikian, bisa diperkirakan bahwa perjalanan Mansa Musa pulang-pergi menempuh jarak sekitar 10.128 Km, dengan waktu tempuh sekitar dua tahun.
Mansa Musa tampak memahami betul tantangan perjalanannya. Dan demikian piawai memanfaatkan kesempatan ibadah Haji ini untuk menyebarkan misi diplomatiknya.
Di sepanjang perjananan, kafilah Mansa Musa begitu populer dengan kedermawanannya. Dia dikatakan telah menyerahkan emas kepada orang miskin di sepanjang jalurnya, dan juga membagikan hadiah yang rumit kepada penguasa setempat. Semua ini tentu bukan sekadar untuk menjamin keamanannya, lebih dari itu, ia sedang membangun simpul diplomatik demi masa depan kekuasaannya.
Dikabarkan, laju perjalanan kafilah Mansa Musa hanya berjarak 16-24 km per hari. Dan baru mencapai Kairo enam bulan kemudian, yaitu pada bulan Juli 1324 M. Ketika sampai di Kairo, Mansa Musa dan rombongan berkemah di padang pasir dekat Piramida besar Giza, di pinggiran kota Kairo modern. Dari kampnya, dia mengirim pesan kepada sultan Mamluk Mesir bersama dengan hadiah 50.000 dinar emas.
Bisa diduga, Sultan sangat senang dengan salam persahabatan ini.
Menurut cerita, Sultan begitu gembira menyambut kedatangan rombongan Mansa Musa, hingga ia meminjamkan istana musim panasnya untuk ditinggali Mansa Musa selama tiga bulan di Mesir.
Kisah tentang Mansa Musa di Mesir dicatat oleh sejarawan Shihab al-Umari, yang berada di Kairo 12 tahun setelah kunjungan Mansa Musa.
Nilai Mata Uang Merosot
Al Umari menceritakan bahwa selama tinggal di Mesir, Mansa Musa membanjiri kota dengan emas. Mendadak inflasi terjadi, nilai mata uang merosot hingga tersisa seperempatnya, dan harga-harga barang meroket.
Dalam upaya untuk memperbaiki ini, Mansa Musa meminjam emas sebanyak yang dia bisa dari para rentenir di Kairo – dengan tingkat bunga yang tidak tinggi – saat dia dan rombongannya melewati Mesir dalam perjalanan pulang.
Terlepas dari upayanya, penulis sejarah kontemporer mengatakan bahwa pengeluaran Mansa Musa sendirian selama di Mesir telah menghancurkan ekonomi lokal selama 20 tahun.
Namun pengeluaran Mansa Musa tidak hanya terkait dengan belanja, ia juga mengeluarkan banyak uang untuk membangun masjid dan madrasah di berbagai tempat yang dia singgahi.
Konon, selama perjalanan ini, Mansa Musa kerap memerintahkan dibangun sebuah masjid di manapun kafilah tersebut kebetulan berhenti untuk menunaikan Sholat Jum’at.
Mansa Musa tampak memahami betul tantangan perjalanannya. Dan demikian piawai memanfaatkan kesempatan ibadah Haji ini untuk menyebarkan misi diplomatiknya.
Di sepanjang perjananan, kafilah Mansa Musa begitu populer dengan kedermawanannya. Dia dikatakan telah menyerahkan emas kepada orang miskin di sepanjang jalurnya, dan juga membagikan hadiah yang rumit kepada penguasa setempat. Semua ini tentu bukan sekadar untuk menjamin keamanannya, lebih dari itu, ia sedang membangun simpul diplomatik demi masa depan kekuasaannya.
Dikabarkan, laju perjalanan kafilah Mansa Musa hanya berjarak 16-24 km per hari. Dan baru mencapai Kairo enam bulan kemudian, yaitu pada bulan Juli 1324 M. Ketika sampai di Kairo, Mansa Musa dan rombongan berkemah di padang pasir dekat Piramida besar Giza, di pinggiran kota Kairo modern. Dari kampnya, dia mengirim pesan kepada sultan Mamluk Mesir bersama dengan hadiah 50.000 dinar emas.
Bisa diduga, Sultan sangat senang dengan salam persahabatan ini.
Menurut cerita, Sultan begitu gembira menyambut kedatangan rombongan Mansa Musa, hingga ia meminjamkan istana musim panasnya untuk ditinggali Mansa Musa selama tiga bulan di Mesir.
Kisah tentang Mansa Musa di Mesir dicatat oleh sejarawan Shihab al-Umari, yang berada di Kairo 12 tahun setelah kunjungan Mansa Musa.
Nilai Mata Uang Merosot
Al Umari menceritakan bahwa selama tinggal di Mesir, Mansa Musa membanjiri kota dengan emas. Mendadak inflasi terjadi, nilai mata uang merosot hingga tersisa seperempatnya, dan harga-harga barang meroket.
Dalam upaya untuk memperbaiki ini, Mansa Musa meminjam emas sebanyak yang dia bisa dari para rentenir di Kairo – dengan tingkat bunga yang tidak tinggi – saat dia dan rombongannya melewati Mesir dalam perjalanan pulang.
Terlepas dari upayanya, penulis sejarah kontemporer mengatakan bahwa pengeluaran Mansa Musa sendirian selama di Mesir telah menghancurkan ekonomi lokal selama 20 tahun.
Namun pengeluaran Mansa Musa tidak hanya terkait dengan belanja, ia juga mengeluarkan banyak uang untuk membangun masjid dan madrasah di berbagai tempat yang dia singgahi.
Konon, selama perjalanan ini, Mansa Musa kerap memerintahkan dibangun sebuah masjid di manapun kafilah tersebut kebetulan berhenti untuk menunaikan Sholat Jum’at.
Lihat Juga :