Syadad bin ‘Ad, 300 Tahun Membangun Surga di Dunia
Rabu, 22 April 2020 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, Syadad bin ‘Ad memerintahkan salah seorang menterinya untuk mengumpulkan orang-orang pintar dan para arsitek. Dia menyuruh mereka mencarikan tanah yang luas, udaranya baik, dan banyak sungai serta pepohonannya. Dia ingin mereka membangunkan surga yang besar untuknya.
Berangkatlah sang menteri beserta pasukannya yang pintar-pintar. Mereka berangkat menyusuri pelosok bumi. Tatkala mereka sampai ke daerah Aden yang ada di pinggiran Yaman, di sana mereka menemukan tanah yang cocok dengan kriteria yang diinginkan Syadad bin ‘Ad.
Setelah itu, Syadad bin ‘Ad mengutus tukang bangunan dan para arsitek ke sana. Mereka berkumpul di tanah itu; lalu mereka mengatur-atur dan membatasinya menjadi pola empat sisi.
Lingkaran tanah itu berukuran empat farsakh. Setiap sisinya berukuran sepuluh farsakh. Ketika para pekerja itu telah menggali fondasi kota tersebut, di sana mereka telah mendirikan pagar dari batu pualam yang diberi lukisan berbintik-bintik, sisi-sisinya telah setengahnya mereka kerjakan. Hal tersebut mereka laporkan kepada Syadad bin ‘Ad.
Mendengar laporan tersebut, Syadad bin ‘Ad berkata kepada para menterinya, “Tidakkah kalian tahu bahwa aku telah menguasai dunia seluruhnya?” Para menteri menjawab, “Tahu paduka.” Dia berkata, Aku ingin kalian membuat semua bangunan ini dengan emas, perak, permata, mutiara, yakut, minyak kesturi, kafur, zafaron, dan perhiasan-perhiasan indah lainnya.”
Maka, atas perintah itu mereka mengumpulkan barang-barang tersebut dari tiap penduduk. Mereka pergi ke seantero dunia dan membawa semua yang telah dititahkan. Orang-orang mengerjakan semua itu dengan tabah. Semua pelosok mereka susuri untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sang raja.
Setelah semuanya terkumpul, mulailah para pekerja membuat bata dari emas dan perak; kemudian bata-bata itu dipasangkan di atas batu pualam itu sehingga sisi-sisinya rampung dikerjakan.
Setelah mereka merampungkan pembuatan pagar kota itu, mulailah di tengah-tengahnya mereka bangun gedung yang bahannya hanya terbuat dari emas dan perak. Untuk bangunan itu tiang-tiangnya mereka buat dari zabarzud hijau dan yakut merah.
Gedung itu mereka percantik dengan pepohonan yang terbuat dari mutiara, yakut, permata, dan sungai yang mengalir. Di sekitar gedung ditebarkan minyak kesturi, anbar (minyak wangi dari ikan), dan kafur. Semua itu mereka bangun dengan kreasi yang menakjubkan dan sempurna yang tidak akan ditemukan bandingannya di dunia ini, bahkan setengahnya pun tidak.
Al-Kisa’i mengatakan, pembangunan kota itu memakan waktu 300 tahun. Setelah pembangunannya selesai, raja memerintahkan kepada para menteri, pembantu, dan punggawanya untuk memindahkan perabot dan wadah-wadah yang megah ke sana.
Berangkatlah sang menteri beserta pasukannya yang pintar-pintar. Mereka berangkat menyusuri pelosok bumi. Tatkala mereka sampai ke daerah Aden yang ada di pinggiran Yaman, di sana mereka menemukan tanah yang cocok dengan kriteria yang diinginkan Syadad bin ‘Ad.
Setelah itu, Syadad bin ‘Ad mengutus tukang bangunan dan para arsitek ke sana. Mereka berkumpul di tanah itu; lalu mereka mengatur-atur dan membatasinya menjadi pola empat sisi.
Lingkaran tanah itu berukuran empat farsakh. Setiap sisinya berukuran sepuluh farsakh. Ketika para pekerja itu telah menggali fondasi kota tersebut, di sana mereka telah mendirikan pagar dari batu pualam yang diberi lukisan berbintik-bintik, sisi-sisinya telah setengahnya mereka kerjakan. Hal tersebut mereka laporkan kepada Syadad bin ‘Ad.
Mendengar laporan tersebut, Syadad bin ‘Ad berkata kepada para menterinya, “Tidakkah kalian tahu bahwa aku telah menguasai dunia seluruhnya?” Para menteri menjawab, “Tahu paduka.” Dia berkata, Aku ingin kalian membuat semua bangunan ini dengan emas, perak, permata, mutiara, yakut, minyak kesturi, kafur, zafaron, dan perhiasan-perhiasan indah lainnya.”
Maka, atas perintah itu mereka mengumpulkan barang-barang tersebut dari tiap penduduk. Mereka pergi ke seantero dunia dan membawa semua yang telah dititahkan. Orang-orang mengerjakan semua itu dengan tabah. Semua pelosok mereka susuri untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sang raja.
Setelah semuanya terkumpul, mulailah para pekerja membuat bata dari emas dan perak; kemudian bata-bata itu dipasangkan di atas batu pualam itu sehingga sisi-sisinya rampung dikerjakan.
Setelah mereka merampungkan pembuatan pagar kota itu, mulailah di tengah-tengahnya mereka bangun gedung yang bahannya hanya terbuat dari emas dan perak. Untuk bangunan itu tiang-tiangnya mereka buat dari zabarzud hijau dan yakut merah.
Gedung itu mereka percantik dengan pepohonan yang terbuat dari mutiara, yakut, permata, dan sungai yang mengalir. Di sekitar gedung ditebarkan minyak kesturi, anbar (minyak wangi dari ikan), dan kafur. Semua itu mereka bangun dengan kreasi yang menakjubkan dan sempurna yang tidak akan ditemukan bandingannya di dunia ini, bahkan setengahnya pun tidak.
Al-Kisa’i mengatakan, pembangunan kota itu memakan waktu 300 tahun. Setelah pembangunannya selesai, raja memerintahkan kepada para menteri, pembantu, dan punggawanya untuk memindahkan perabot dan wadah-wadah yang megah ke sana.
Lihat Juga :