Abu Dzar al-Ghifari (1): Sosok yang Membuat Rasulullah SAW Takjub

Senin, 11 Oktober 2021 - 16:38 WIB
loading...
A A A
Jundub menjawab, “Dari Ghifar.”

Maka tersenyumlah Rasulullah, sementara wajahnya diliputi oleh rasa kagum dan takjub. Jundub tersenyum juga, dia paham dari mana timbulnya rasa takjub tersebut, karena orang yang sudah mengaku Islam di hadapan Rasul tersebut ternyata berasal dari Ghifar.

Baca juga: Abu Dzar Al Ghifari, Anak, dan Istrinya Tewas Mengenaskan di Pembuangan

Ghifar adalah suatu kabilah atau suku yang tak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi tamsil perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tidak menjadi soal bagi mereka, dan celakalah bagi orang yang tersesat atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam.

Pada waktu itu agama Islam baru saja lahir dan dijalankan secara sembunyi-sembunyi. Ketika ada seseorang dari jauh, dan dia berasal dari kaum Ghifar pula, yang datang dengan sengaja untuk masuk Islam, maka sebagaimana dikisahkan oleh Jundub bin Janadah, “maka pandangan Rasulullah pun turun naik, tak putus takjub memikirkan tabiat orang-orang Ghifar, lalu sabdanya, ‘Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada siapa yang disukai-Nya….!’”

Menurut riwayat, sebelum bertemu Rasulullah pun Jundub adalah seorang yang menentang penyembahan terhadap berhala. Dia mempunyai keyakinan akan Ketuhanan serta iman kepada Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Pencipta.

Demikianlah, ketika dia mendengar sebuah berita tentang seorang Nabi yang menentang berhala dan menyeru untuk menyembah kepada Allah yang Maha Esa lagi Perkasa, maka tak ragu dia pun segera menyiapkan bekal dan mengayunkan langkahnya.

Urutan Kelima
Di kemudian hari Jundub bin Janadah dikenal dengan nama Abu Dzar al-Ghifari. Dzar sebenarnya adalah nama dari putra Jundub yang tertua, sementara al-Ghifari merujuk pada suku Ghifar.

Abu Dzar masuk Islam tanpa ditunda-tunda. Urutannya di kalangan Muslimin adalah yang kelima atau keenam. Jadi dia telah memeluk Agama Islam pada hari-hari pertama, hingga keislamannya termasuk dalam barisan terdepan.

Ketika itu Rasulullah menyampaikan dakwah secara berbisik-bisik. Dibisikkannya ajaran Islam ke enam orang tersebut termasuk Abu Dzar salah satunya. Dengan kondisi tersebut, tak ada yang dapat dilakukan oleh Abu Dzar selain memendam keimanannya di dalam dada.

Namun sebenarnya, Abu Dzar adalah seseorang yang berwatak radikal dan revolusioner, sehingga sudah menjadi tabiatnya menentang kebatilan di mana pun dia berada.

Baca juga: Begini Perlawanan Ali bin Abi Thalib Terhadap Keputusan Khalifah Utsman Membuang Abu Dzar Al Ghifari

Saat itu kebathilan ada di depan matanya, dia menyaksikan orang-orang membentuk batu menjadi figur tertentu yang kemudian disembah oleh penciptanya sendiri, seraya berkata, “Inilah kami, kami datang mengikuti titahmu!” Bagi Abu Dzar ini sama saja dengan merendahkan akal mereka sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Pantai di Iran Tiba-tiba...
Pantai di Iran Tiba-tiba Berubah Warna Menjadi Merah Darah
Artikel Terkini
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved