Ketika Jatuh Sakit, Rabiah Al-Adawiyah: Tuhanku Mendisiplinkanku
Senin, 11 Oktober 2021 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” Hasan memulai, “jika dia tidak tabah menerima ujian dari Tuhannya.”
“Kata-kata ini berbau egoisme,” kata Rabiah menanggapi.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” Syaqiq mencoba, “jika dia tidak bersyukur atas ujian dari Tuhannya.”
“Kami membutuhkan sesuatu yang lebih baik dari itu,” kata Rabiah.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” Malik juga mencoba, “jika dia tidak bergembira atas ujian dari Tuhannya.”
“Kami membutuhkan sesuatu yang lebih baik dari itu,” ulang Rabiah.
“Lalu bagaimana menurutmu?” desak mereka.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” kata Rabiah, “jika dia tidak melupakan ujian dalam merenungi Tuhannya.”
Baca juga: Doa Rabiah, Kisah Sultan Mahmud Sampai Sabda Tuhan kepada Nabi Daud
“Kata-kata ini berbau egoisme,” kata Rabiah menanggapi.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” Syaqiq mencoba, “jika dia tidak bersyukur atas ujian dari Tuhannya.”
“Kami membutuhkan sesuatu yang lebih baik dari itu,” kata Rabiah.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” Malik juga mencoba, “jika dia tidak bergembira atas ujian dari Tuhannya.”
“Kami membutuhkan sesuatu yang lebih baik dari itu,” ulang Rabiah.
“Lalu bagaimana menurutmu?” desak mereka.
“Seseorang tidak dapat dipercaya kata-katanya,” kata Rabiah, “jika dia tidak melupakan ujian dalam merenungi Tuhannya.”
Baca juga: Doa Rabiah, Kisah Sultan Mahmud Sampai Sabda Tuhan kepada Nabi Daud
(mhy)
Lihat Juga :