Bolehkah Mendidik Anak dengan Kekerasan? Bagaimana Cara Terbaik dan Apa Dalilnya?
Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Baginda berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada apa yang kami siksakan terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.”
4. Menghukum sesuai ajaran syariat
“Janganlah seseorang mendera lebih dari sepuluh kali deraan, kecuali dalam hukuman (hudud) yang ditentukan Allah Ta’ala (Riwayat Ibnu Taymiyyah)
5. Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain
“Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan (orang lain).” (HR. Imam Malik dan Ibnu Majah).
6. Berbuat kasar dapat menghalangi kebaikan
“Barangsiapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka dia akan terhalang dari mendapat kebaikan.” (HR. Muslim)
Baca juga: Sibuk dengan Hal yang Sia-sia, Tanda Allah Menelantarkan Kita
Wallahu A'lam
4. Menghukum sesuai ajaran syariat
“Janganlah seseorang mendera lebih dari sepuluh kali deraan, kecuali dalam hukuman (hudud) yang ditentukan Allah Ta’ala (Riwayat Ibnu Taymiyyah)
5. Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain
“Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan (orang lain).” (HR. Imam Malik dan Ibnu Majah).
6. Berbuat kasar dapat menghalangi kebaikan
“Barangsiapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka dia akan terhalang dari mendapat kebaikan.” (HR. Muslim)
Baca juga: Sibuk dengan Hal yang Sia-sia, Tanda Allah Menelantarkan Kita
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :