Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Farid al-Din Attar dalam buku berjudul Kisah para Wali berkisah, pada suatu hari Hasan bertemu Habib, dan dia bertanya bagaimana Habib dapat mencapai tingkatan spiritual seperti itu.
Habib berkata, “Dengan memutihkan hatiku, sementara engkau menghitamkan kertas.”
Hasan kemudian menjawab, “Pengetahuanku tidak memberi manfaat kepada diriku sendiri, tetapi memberi manfaat kepada orang lain.”
Baca juga: Kisah Imam Hasan Al-Bashri dan Perempuan yang Bebas dari Azab Kubur
Menyimak kisah di atas, sepintas Habib terlihat telah melampaui Hasan. Namun tidak demikian menurut Farid al-Din Attar. Habib tetap masih di bawah Hasan. Dia menjelaskan bahwa karamah nilainya masih di bawah pengetahuan.
Karamah hanya membutuhkan tingkat kesalehan lebih lanjut, tetapi tidak halnya dalam pengetahuan, ia membutuhkan perenungan yang jauh lebih mendalam.
Attar menekankan bahwa pengetahuan Hasan begitu tinggi sehingga dia diumpamakan seperti hubungan Nabi Musa terhadap Nabi Sulaiman. Sulaiman memang memiliki banyak mukjizat, tetapi Musa, dengan pengetahuannya mampu melakukan sesuatu yang lebih besar ketimbang dari sekadar mukjizat.
Baca juga: Begini Jawaban Rabiah Al-Adawiyah Ketika Dilamar Hasan Al-Basri
Habib berkata, “Dengan memutihkan hatiku, sementara engkau menghitamkan kertas.”
Hasan kemudian menjawab, “Pengetahuanku tidak memberi manfaat kepada diriku sendiri, tetapi memberi manfaat kepada orang lain.”
Baca juga: Kisah Imam Hasan Al-Bashri dan Perempuan yang Bebas dari Azab Kubur
Menyimak kisah di atas, sepintas Habib terlihat telah melampaui Hasan. Namun tidak demikian menurut Farid al-Din Attar. Habib tetap masih di bawah Hasan. Dia menjelaskan bahwa karamah nilainya masih di bawah pengetahuan.
Karamah hanya membutuhkan tingkat kesalehan lebih lanjut, tetapi tidak halnya dalam pengetahuan, ia membutuhkan perenungan yang jauh lebih mendalam.
Attar menekankan bahwa pengetahuan Hasan begitu tinggi sehingga dia diumpamakan seperti hubungan Nabi Musa terhadap Nabi Sulaiman. Sulaiman memang memiliki banyak mukjizat, tetapi Musa, dengan pengetahuannya mampu melakukan sesuatu yang lebih besar ketimbang dari sekadar mukjizat.
Baca juga: Begini Jawaban Rabiah Al-Adawiyah Ketika Dilamar Hasan Al-Basri
(mhy)
Lihat Juga :