Hudzaifah bin al-Yaman (2): Pilih Belajar tentang Kejahatan Ketimbang Kebaikan
Senin, 25 Oktober 2021 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian setelah kebaikan tersebut masihkah ada lagi kejahatan?" tanyaku lagi.
"Masih," ujar Nabi, "Yakni para tukang seru di pintu neraka. Barang siapa menyambut seruan mereka, akan mereka lemparkan ke dalam neraka."
Lalu kutanyakan kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, apa yang harus aku perbuat bila aku menghadapi hal demikian?"
"Senantiasa mengikuti jamaah kaum Muslimin dan pemimpin mereka," jawab Rasulullah.
"Bagaimana jika mereka tidak memiliki jamaah dan tidak juga pemimpin?"
"Hendaklah engkau tinggalkan golongan itu semua, walaupun engkau akan tinggal di rumpun kayu sampai engkau menemui ajal dalam keaadaan demikian..."
Baca juga: Hudzaifah ibnul Yaman: Jago Membaca Tabiat dan Airmuka Seseorang
Hasil Penelitian
Berbekal petunjuk dari Rasulullah, Hudzaifah lalu terus menjalani kehidupannya dengan mata terbuka dan hati yang waspada terhadap sumber-sumber fitnah dan seluk beluknya, demi menjaga dirinya sendiri dan memberi peringatan kepada yang lainnya tentang bahaya fitnah.
Hasil dari penelitiannya kemudian dia tuangkan dalam sebuah pemikirannya sendiri, Hudzaifah bertutur:
“Sesungguhnya Allah Taala telah membangkitkan Muhammad SAW. Maka diserunya manusia dari kesesatan kepada kebenaran, dari kekafiran kepada keimanan. Lalu yang menerima mengamalkannya, sehingga dengan kebenaran itu, yang mati menjadi hidup, dan dengan kebatilan, yang hidup menjadi mati.
Kemudian masa kenabian berlalu, dan datang masa kekhalifahan mengikuti jejak beliau, dan setelah itu tiba zaman kerajaan yang durjana.
Di antara manusia ada yang menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka merekalah yang benar-benar menerima yang haq.
"Masih," ujar Nabi, "Yakni para tukang seru di pintu neraka. Barang siapa menyambut seruan mereka, akan mereka lemparkan ke dalam neraka."
Lalu kutanyakan kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, apa yang harus aku perbuat bila aku menghadapi hal demikian?"
"Senantiasa mengikuti jamaah kaum Muslimin dan pemimpin mereka," jawab Rasulullah.
"Bagaimana jika mereka tidak memiliki jamaah dan tidak juga pemimpin?"
"Hendaklah engkau tinggalkan golongan itu semua, walaupun engkau akan tinggal di rumpun kayu sampai engkau menemui ajal dalam keaadaan demikian..."
Baca juga: Hudzaifah ibnul Yaman: Jago Membaca Tabiat dan Airmuka Seseorang
Hasil Penelitian
Berbekal petunjuk dari Rasulullah, Hudzaifah lalu terus menjalani kehidupannya dengan mata terbuka dan hati yang waspada terhadap sumber-sumber fitnah dan seluk beluknya, demi menjaga dirinya sendiri dan memberi peringatan kepada yang lainnya tentang bahaya fitnah.
Hasil dari penelitiannya kemudian dia tuangkan dalam sebuah pemikirannya sendiri, Hudzaifah bertutur:
“Sesungguhnya Allah Taala telah membangkitkan Muhammad SAW. Maka diserunya manusia dari kesesatan kepada kebenaran, dari kekafiran kepada keimanan. Lalu yang menerima mengamalkannya, sehingga dengan kebenaran itu, yang mati menjadi hidup, dan dengan kebatilan, yang hidup menjadi mati.
Kemudian masa kenabian berlalu, dan datang masa kekhalifahan mengikuti jejak beliau, dan setelah itu tiba zaman kerajaan yang durjana.
Di antara manusia ada yang menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka merekalah yang benar-benar menerima yang haq.
Lihat Juga :