Ibrahim bin Adham Bertemu Malaikat Jibril, Ini Permintaannya

Senin, 25 Oktober 2021 - 17:59 WIB
loading...
Ibrahim bin Adham Bertemu Malaikat Jibril, Ini Permintaannya
Ibrahim bin Adham berkata kepada Jibril: Aku adalah sahabat dari para sahabat Allah (Ilustrasi : Ist)
A A A
Farid al-Din Attar dalam kitabnya berjudul Tadhkirat al-Auliya’ menceritakan pertemuan Ibrahim bin Adham dengan malaikat Jibril .

Suatu malam, Ibrahim bin Adham menceritakan, ia menyaksikan Jibril di dalam mimpi turun ke bumi dari langit dengan sebuah gulungan tulisan di tangannya.

Baca juga: KIsah Sufi Ibrahim bin Adham: Menginap di Rumah Pemuda yang Dirasuki Setan

“Apa yang engkau inginkan?" tanya Ibrahim bin Adham

“Aku menuliskan nama-nama para sahabat Allah,’ jawab Jibril.

“Tuliskan namaku,” kata Ibrahim bin Adham.

“Engkau bukan salah satu dari mereka," jawab Jibril.

“Aku adalah sahabat dari para sahabat Allah," Ibrahim bin Adam menyela.

Jibril merenung sejenak. Lalu dia berkata, "Perintah telah datang. Tuliskan nama Ibrahim yang pertama di antara yang lain. Karena di Jalan ini harapan muncul dari keputusasaan."

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Ibrahim bin Adham Tidak Menikah

Keimanan kepada Allah
Suatu waktu, Ibrahim menceritakan, ia sedang melakukan perjalanan di padang pasir dengan menaruh kepercayaannya kepada Allah. Selama beberapa hari ia tidak menemukan apa pun untuk dimakan.

Ia teringat seorang temannya, tetapi ia berkata dalam hati, "Jika aku pergi kepadanya, kepercayaanku kepada Allah akan menjadi hampa."

Ia memasuki masjid dengan kata-kata di bibirnya, "Aku telah menaruh kepercayaanku kepada Yang Maha Hidup, yang tidak mati. Tiada Tuhan selain Dia."

Sebuah suara dari langit menyeru, "Segala puji bagi Allah yang telah mengosongkan muka bumi dari orang-orang yang beriman kepada-Nya."

Ibrahim bin Adham berkata, "Mengapa kata-kata ini?"

Suara itu menjawab, "Bagaimana bisa orang itu benar-benar beriman kepada Allah, yang melakukan perjalanan panjang demi kebaikan kecil yang diberikan oleh seorang teman duniawinya, dan kemudian menyatakan, ‘Aku telah menaruh kepercayaanku kepada Yang Maha Hidup, yang tidak mati’? Engkau telah menjual keimanan kepada Allah untuk sebuah kebohongan!’.”

Baca juga: Kisah Sufi Ibrahim bin Adham: Perjalanan ke Makkah, Bertemu Daud dan Khidir
(mhy)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2090 seconds (10.55#12.26)