Shalahuddin Al Ayyubi Mengubah Mesir dari Negeri Syiah Menjadi Sunni

Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:43 WIB
loading...
A A A
Segera setelah dilantik, Shalahuddin langsung menghadapi berbagai persoalan internal Mesir yang begitu kompleks. Mulai dari perebutan jabatan sebagai wazir, pemberontakan rakyat, hingga ancaman tentara Salib.

Hebatnya, di sisi yang lain, Shalahuddin saat itu juga bekerja untuk dua majikan sekaligus, yaitu Al-Adid Khalifah Fatimiyah, dan Nuruddin sultan Turki, di tambah lagi satu majikan tidak langsung, yaitu Khalifah dinasti Abbasiyah.

Semua situasi ini memang sebuah ujian kepemimpinan yang sangat berat bagi Shalahuddin. Namun secara meyakinkan, satu persatu masalah-masalah ini dapat dihadapinya.

Hanya beberapa hari setelah dilantik, beberapa upaya pembuhunan sudah mulai dialaminya. Pada bulan Agustus 1169 M, pemberontakan 50.000 tentara Mesir terhadap dirinya berhasil dipadamkan.

Meski begitu, gejolak situasi di Mesir tak kunjung reda. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia meminta kepada Nuruddin di Damaskus, agar bersedia mengirimkan ayah dan seluruh anggota keluarganya ke Mesir.

Di Mesir, para anggota keluarga ini mendapatkan jabatan strategis. Sangat mungkin hal ini dilakukan karena bahaya yang demikian banyak di sekitarnya, ia membutuhkan orang-orang kepercayaan, yaitu anggota keluarganya sendiri.

Setelah percaya diri dikelilingi oleh anggota keluarganya, Shalahuddin semakin kokoh yang puncak pimpinan Mesir, dan pembangunan pun dimulai.

Ia mulai membangun pasukannya sendiri yang berkekuatan 5000 personil dan terdiri dari orang-orang Kurdi, yang memiliki ikatan kebangsaan dengan Shalahuddin sendiri.

Dengan kuda-kuda kekuasaan yang sudah cukup kuat, Shalahuddin mulai memperlus areal kekuasaannya ke sekitar Mesir.

Baca juga: Begini Kondisi Maju Pesatnya Dinasti Abbasiyah di Era Abu Nawas

Dinasti Ayyubiyah
Titik balik kekuasaan Shalahuddin di Mesir yang dicatat oleh para sejarawan berlangsung secara politik. Dalam khotbah Jumat ia mulai memerintahkan untuk membaca doa khusus bagi Khalifah Abbasiyah di Baghdad yang notabene adalah saingan Dinasti Fatimiyah.

Pada saat yang sama, kondisi khalifah Fatimiyah sedang sangat mengkhawatirkan. Selama berminggu-minggu ia sakit keras, dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Pada tahun 1171, khalifah Fatimiyah, Al-Adid wafat.

Setelah kematian Khalifah Fatimiyah, Shalahuddin mendeklarasikan dirinya sebagai penguasa Mesir. Dan dengan demikian, berakhirlah kekuasaan dinasti Fatimiyah yang sudah usia sekitar 250 tahun tersebut.

Shalahuddin mendeklarasikan Mesir sebagai negara yang merdeka dari Damaskus, dan berbaiat langsung dengan Abbasiyah.

Namun, tiga tahun kemudian, atau tahun 1174 M, tersiar kabar bahwa Khalifah Abbasiyah wafat. Kondisi ini membuka jalan yang lebar di hadapan Shalahuddin, untuk mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah dari sebuah negeri yang merdeka.

Dengan bala tentara yang sudah cukup kuat, dan kesuksesan pembangunan yang luar biasa di Mesir, di tahun yang sama ia mendeklarsikan dirinya sebagai Khalifah, yang sekaligus menandai lahirnya dinasti Ayyubiyah.

Setelah menyelesaikan semua urusan dalam negerinya, Shalahuddin kemudian menyatukan semua wilayah Muslim ke dalam satu kesatuan kekuasaannya. Sehingga untuk pertama kalinya, setelah cukup lama berlalu, umat Islam di wilayah barat dan Afrika berada dalam satu naungan kekuasaan yang solid.

Baca juga: 425 Koin Emas Islam dari Kekhalifahan Abbasiyah Ditemukan di Israel
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Wilayah Kosong Dipenuhi...
Wilayah Kosong Dipenuhi Kata Tolong Terdeteksi Google Earth
Deretan Objek Wisata...
Deretan Objek Wisata Sejarah di Inggris, Ada Bangunan yang Usianya Ribuan Tahun
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved