Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Selasa, 02 November 2021 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, munculnya negeri-negeri dan kerajaan di belahan barat dan timur. Sebagian di antaranya merdeka penuh dan menjadi saingan kekuasaan Daulah Abbasiyah, dan bahkan melawan kekuasaan khalifah di Baghdad.
Negeri-negeri tersebut antara lain adalah Daulah Umayyah di Andalusia, Daulah Fathimiyah atau Ubaidiyah di Mesir dan Maghrib.
Menurut Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi, sebagian negeri merdeka penuh, meski secara lahiriah menampakkan kesetiaan pada Khalifah Daulah Abbasiyah.
Negeri-negeri yang merdeka itu di antaranya adalah Dinasti Ghaznawi di Khurasan, Dinasti Aghlabiyah di Tunisia, Dinasti Thulun di Mesir, lalu Dinasti Ikhsyidi yang juga berada di Mesir.
Keempat, lemahnya pengaruh kekuasaan khalifah di Baghdad. Pada awal abad IV, khalifah hanya menjadi simbol otoritas keagamaan, tidak menjadi simbol kekuasaan.
Kelima, banyaknya pertikaian dalam internal keluarga kerajaan. Pertikaian tersebut berlatar belakang suku dan golongan, semisal pertikaian antara golongan Ahlu Sunnah wal Jamaah dan Syiah, suku Turki dan Persia. Belum lagi serangan bangsa Eropa Barat atas negeri-negeri Islam dalam Perang Salib yang terkenal.
Perang Salib berlangsung selama dua abad dan menjadi peristiwa penting di abad-abad pertengahan.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Awal Daulah Abbasiyah
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi mengatakan Daulah Abbasiyah berkembang atas dasar konsep penguatan kekuatan darat. Mereka tidak terlalu memperhatikan kekuatan armada laut sebagaimana telah dilakukan Daulah Umayyah.
Pengembangan angkatan laut di fase awal berdirinya Daulah Abbasiyah berjalan stagnan. Aktivitas kelautan dilakukan terbatas hanya pada wilayah Syam dan Mesir. Itu pun hanya tampak pada 40-an tahun pertama berkuasa dinasti ini. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya:
Negeri-negeri tersebut antara lain adalah Daulah Umayyah di Andalusia, Daulah Fathimiyah atau Ubaidiyah di Mesir dan Maghrib.
Menurut Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi, sebagian negeri merdeka penuh, meski secara lahiriah menampakkan kesetiaan pada Khalifah Daulah Abbasiyah.
Negeri-negeri yang merdeka itu di antaranya adalah Dinasti Ghaznawi di Khurasan, Dinasti Aghlabiyah di Tunisia, Dinasti Thulun di Mesir, lalu Dinasti Ikhsyidi yang juga berada di Mesir.
Keempat, lemahnya pengaruh kekuasaan khalifah di Baghdad. Pada awal abad IV, khalifah hanya menjadi simbol otoritas keagamaan, tidak menjadi simbol kekuasaan.
Kelima, banyaknya pertikaian dalam internal keluarga kerajaan. Pertikaian tersebut berlatar belakang suku dan golongan, semisal pertikaian antara golongan Ahlu Sunnah wal Jamaah dan Syiah, suku Turki dan Persia. Belum lagi serangan bangsa Eropa Barat atas negeri-negeri Islam dalam Perang Salib yang terkenal.
Perang Salib berlangsung selama dua abad dan menjadi peristiwa penting di abad-abad pertengahan.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Awal Daulah Abbasiyah
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi mengatakan Daulah Abbasiyah berkembang atas dasar konsep penguatan kekuatan darat. Mereka tidak terlalu memperhatikan kekuatan armada laut sebagaimana telah dilakukan Daulah Umayyah.
Pengembangan angkatan laut di fase awal berdirinya Daulah Abbasiyah berjalan stagnan. Aktivitas kelautan dilakukan terbatas hanya pada wilayah Syam dan Mesir. Itu pun hanya tampak pada 40-an tahun pertama berkuasa dinasti ini. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya:
Lihat Juga :