Kisah Santri Hasan al-Basri Meminta Didoakan Orang Lain
Sabtu, 06 November 2021 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sahabat Nabi yang Sufi sampai Imam Hasan al-Basri
Abu Amr lalu menceritakan kesulitannya. Orang tua itu merasa sangat prihatin, lalu dia menengadahkan wajahnya ke atas untuk berdoa. “Belum juga dia menundukkan kepalanya,” Abu Amr bercerita, “Al-Quran telah kuingat kembali. Aku bersujud di hadapannya karena sangat gembira.”
Orang tua itu kemudian bertanya, “Siapakah yang menyuruhmu untuk datang kepadaku?”
“Hasan dari Basra,” jawab Abu Amr.
“Siapapun yang telah memiliki imam seperti Hasan,” kata orang tua itu, “apa yang dibutuhkannya dari orang lain? Nah, Hasan telah menunjukkan siapa diriku. Sekarang aku akan menunjukkan siapa dirinya.”
Orang tua itu melanjutkan, “Laki-laki itu, yang berjubah putih, yang datang setelah sholat Ashar barusan, yang dihormati oleh orang-orang, dan kemudian pergi sebelum yang lainnya pergi, dia adalah Hasan.
Setiap hari dia sholat Ashar di Basra dan kemudian datang ke sini, bercakap-cakap denganku, dan kembali ke Basra untuk sholat Maghrib. Siapa pun yang memiliki imam seperti Hasan, mengapa dia harus memintaku untuk mendoakannya?”
Baca juga: Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri
Abu Amr lalu menceritakan kesulitannya. Orang tua itu merasa sangat prihatin, lalu dia menengadahkan wajahnya ke atas untuk berdoa. “Belum juga dia menundukkan kepalanya,” Abu Amr bercerita, “Al-Quran telah kuingat kembali. Aku bersujud di hadapannya karena sangat gembira.”
Orang tua itu kemudian bertanya, “Siapakah yang menyuruhmu untuk datang kepadaku?”
“Hasan dari Basra,” jawab Abu Amr.
“Siapapun yang telah memiliki imam seperti Hasan,” kata orang tua itu, “apa yang dibutuhkannya dari orang lain? Nah, Hasan telah menunjukkan siapa diriku. Sekarang aku akan menunjukkan siapa dirinya.”
Orang tua itu melanjutkan, “Laki-laki itu, yang berjubah putih, yang datang setelah sholat Ashar barusan, yang dihormati oleh orang-orang, dan kemudian pergi sebelum yang lainnya pergi, dia adalah Hasan.
Setiap hari dia sholat Ashar di Basra dan kemudian datang ke sini, bercakap-cakap denganku, dan kembali ke Basra untuk sholat Maghrib. Siapa pun yang memiliki imam seperti Hasan, mengapa dia harus memintaku untuk mendoakannya?”
Baca juga: Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri
(mhy)
Lihat Juga :