Surat Yasin Ayat 15-17: Dialog Utusan dengan Kaum Antokiah
Jum'at, 19 November 2021 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Pola ungkapan mereka pada ayat ke-16 itu menurut Ibn Asyur merupakan salah satu bentuk sumpah dalam tradisi Arab terdahulu.
Bila diperhatikan, kalimat inna ilaikum lamursalun di ayat ke-16 mirip dengan potongan ayat ke-14 yang berbunyi inna ilaikum mursalun. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah huruf taukid (penguat).
Pada ayat ke-14 hanya ada satu taukid yaitu inna, sementara pada ayat ke-16 selain inna juga ditambahkan lam taukid. Ini menurut az-Zuhaili bertujuan memberikan penekanan lebih pada ungkapan, sebab munculnya penolakan dan penyangkalan dari lawan bicara, yaitu kaum Antokiah.
Az-Zuhaili juga menilai ungkapan ini mengandung pesan tawakal. Seakan-akan mereka mengatakan, “Allah SWT mengetahui kami sebagai utusannya. Andaikan kami berbohong dengan mengatasnamakannya, maka Ia akan mengazab kami dengan pedih.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 9-10: Kerabat Nabi Saja Ada yang Kafir Sampai Mati
Sebaliknya, andaikan kami jujur, maka pasti Allah SWT akan menolong dan memenangkan kami atas kalian. Dan kelak kalian akan tahu siapa yang akan memperoleh kesudahan yang baik.”
Terkait ayat terakhir, Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menafsirkan para utusan itu seakan-akan menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan keimanan, upah dan imbalan dari kaumnya.
Mereka sudah merasa cukup ketika risalah dari Allah SWT telah disampaikan dan Allah SWT telah mengetahui bahwa mereka telah menunaikan tugasnya.
Adapun ‘penyampaian yang jelas’ dalam ayat ke-17 menurut Nawawi al-Bantani adalah bahwa utusan itu menyampaikan risalah dengan cara yang sangat jelas, dengan bahasa yang mudah dipahami kaumnya dan disertai mukjizat sebagai penguat.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran
Bila diperhatikan, kalimat inna ilaikum lamursalun di ayat ke-16 mirip dengan potongan ayat ke-14 yang berbunyi inna ilaikum mursalun. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah huruf taukid (penguat).
Pada ayat ke-14 hanya ada satu taukid yaitu inna, sementara pada ayat ke-16 selain inna juga ditambahkan lam taukid. Ini menurut az-Zuhaili bertujuan memberikan penekanan lebih pada ungkapan, sebab munculnya penolakan dan penyangkalan dari lawan bicara, yaitu kaum Antokiah.
Az-Zuhaili juga menilai ungkapan ini mengandung pesan tawakal. Seakan-akan mereka mengatakan, “Allah SWT mengetahui kami sebagai utusannya. Andaikan kami berbohong dengan mengatasnamakannya, maka Ia akan mengazab kami dengan pedih.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 9-10: Kerabat Nabi Saja Ada yang Kafir Sampai Mati
Sebaliknya, andaikan kami jujur, maka pasti Allah SWT akan menolong dan memenangkan kami atas kalian. Dan kelak kalian akan tahu siapa yang akan memperoleh kesudahan yang baik.”
Terkait ayat terakhir, Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menafsirkan para utusan itu seakan-akan menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan keimanan, upah dan imbalan dari kaumnya.
Mereka sudah merasa cukup ketika risalah dari Allah SWT telah disampaikan dan Allah SWT telah mengetahui bahwa mereka telah menunaikan tugasnya.
Adapun ‘penyampaian yang jelas’ dalam ayat ke-17 menurut Nawawi al-Bantani adalah bahwa utusan itu menyampaikan risalah dengan cara yang sangat jelas, dengan bahasa yang mudah dipahami kaumnya dan disertai mukjizat sebagai penguat.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran
(mhy)
Lihat Juga :