Tafsir Al-Qur'an: Perbedaan Metode Maudhu'i dengan Metode Analisis
Rabu, 11 Desember 2024 - 13:08 WIB
loading...
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Metode maudhu'i adalah metode tafsir Al-Qur'an yang mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki tujuan sama, membahas topik tertentu, dan menertibkannya berdasarkan masa turunnya. Kata maudhu'i berasal dari bahasa Arab, yaitu isim maf'ul dari fi'il madhi wadha'a yang berarti meletakkan, menjadikan, membuat, dan mendustakan.
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat"(Mizan, 1996) menyebutbeberapa keistimewaan metodeMaudhu'i antara lain:
a. Menghindari problem atau kelemahan metode lain.
b. Menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadis Nabi, satu cara terbaik dalam menafsirkan Al-Quran.
c. Kesimpulan yang dihasilkan mudah dipahami.
Hal ini disebabkan karena ia membawa pembaca kepada petunjuk Al-Quran tanpa mengemukakan berbagai pembahasan terperinci dalam satu disiplin ilmu. Juga dengan metode ini, dapat dibuktikan bahwa persoalan yang disentuh Al-Quran bukan bersifat teoretis semata-mata dan atau tidak dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Baca juga: Metode Tematik dalam Tafsir Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Dengan begitu ia dapat membawa kita kepada pendapat Al-Quran tentang berbagai problem hidup disertai dengan jawaban jawabannya.
Ia dapat memperjelas kembali fungsi Al-Quran sebagai Kitab Suci. Dan terakhir dapat membuktikan keistimewaan Al-Quran. Selain itu,
d. Metode ini memungkinkan seseorang untuk menolak anggapan adanya ayat-ayat yang bertentangan dalam Al-Quran.
Ia sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat-ayat Al-Quran sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Perbedaan dengan Metode Analisis
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat"(Mizan, 1996) menyebutbeberapa keistimewaan metodeMaudhu'i antara lain:
a. Menghindari problem atau kelemahan metode lain.
b. Menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadis Nabi, satu cara terbaik dalam menafsirkan Al-Quran.
c. Kesimpulan yang dihasilkan mudah dipahami.
Hal ini disebabkan karena ia membawa pembaca kepada petunjuk Al-Quran tanpa mengemukakan berbagai pembahasan terperinci dalam satu disiplin ilmu. Juga dengan metode ini, dapat dibuktikan bahwa persoalan yang disentuh Al-Quran bukan bersifat teoretis semata-mata dan atau tidak dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Baca juga: Metode Tematik dalam Tafsir Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Dengan begitu ia dapat membawa kita kepada pendapat Al-Quran tentang berbagai problem hidup disertai dengan jawaban jawabannya.
Ia dapat memperjelas kembali fungsi Al-Quran sebagai Kitab Suci. Dan terakhir dapat membuktikan keistimewaan Al-Quran. Selain itu,
d. Metode ini memungkinkan seseorang untuk menolak anggapan adanya ayat-ayat yang bertentangan dalam Al-Quran.
Ia sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat-ayat Al-Quran sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Perbedaan dengan Metode Analisis
Lihat Juga :