Soal Kesetaraan: Suami dan Istri adalah Pakaian, Begini Maknanya
Senin, 22 November 2021 - 14:50 WIB
loading...
Kesetaraan hubungan suami istri dalam Islam disampai Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 187. (Foto/Ilustrasi:Ist)
A
A
A
Allah SWT menggambarkan tentang relasi kesetaraan antara suami dan istri dalam surat Al-Baqarah ayat 187 dengan kalimat yang indah: "Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka".
Baca juga: Kedekatan dan Interaksi Positif, Kunci Hubungan Suami Istri Tetap Langgeng
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul Fatawa Al-Qardhawi mengatakan tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai hubungan antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan, yaitu:
"Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka." ( QS Al-Baqarah: 187 )
Mengutip Ibnu Abbas , Ibnu Katsir menafsirkan, makna yang dimaksud ialah 'mereka adalah ketenangan bagi kalian, dan kalian pun adalah ketenangan bagi mereka'.
Sedangkan, menurut Ar-Rabi' ibnu Anas, maksud ayat itu ialah 'mereka adalah selimut bagi kalian dan kalian pun adalah selimut bagi mereka'.
Ibnu Katsir mengutip pernyataan seorang penyair:
Bilamana teman tidur melipatkan lehernya, berarti dia mengajak, maka jadilah dia seperti pakaiannya.
Baca juga: Oral Seks Hubungan Suami-Istri: Haram Apa Mubah?
Baca juga: Kedekatan dan Interaksi Positif, Kunci Hubungan Suami Istri Tetap Langgeng
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul Fatawa Al-Qardhawi mengatakan tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai hubungan antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan, yaitu:
هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ
"Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka." ( QS Al-Baqarah: 187 )
Mengutip Ibnu Abbas , Ibnu Katsir menafsirkan, makna yang dimaksud ialah 'mereka adalah ketenangan bagi kalian, dan kalian pun adalah ketenangan bagi mereka'.
Sedangkan, menurut Ar-Rabi' ibnu Anas, maksud ayat itu ialah 'mereka adalah selimut bagi kalian dan kalian pun adalah selimut bagi mereka'.
Ibnu Katsir mengutip pernyataan seorang penyair:
إِذَا مَا الضَّجِيعُ ثَنَى جِيدَهَا ... تَدَاعَتْ فَكَانَتْ عَلَيْهِ لِبَاسَا
Bilamana teman tidur melipatkan lehernya, berarti dia mengajak, maka jadilah dia seperti pakaiannya.
Baca juga: Oral Seks Hubungan Suami-Istri: Haram Apa Mubah?
Lihat Juga :