Karimah al-Marwaziyyah : Penjelajah yang Menjadi Guru Besar Para Ulama
Selasa, 23 November 2021 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa ulama besar yang belajar kepada Karimah dan memperoleh ijazah darinya yaitu: Imam Abu Bakar Ahmad al-Khathib al-Baghdadi (w. 1070 M), penulis buku Tarikh Baghdad, Abu al-Muzhaffar al-Sam’ani (1095), Abu al-Ghanaim Muhammad bin Ali bin Maimun al-Nursi (1116 M), Muhaddits Kufah.
Abu al-Ghanim al-Nursi mengatakan,“Sayyidah Karimah mengeluarkan satu naskah tulisan tangan hadis Shahih Bukhari. Aku duduk di hadapannya, aku menulis 9 lembar dan membacakannya di hadapan dia. Aku ingin mendiskusikannya sendiri dengan orang lain. Lalu dia mengatakan: Jangan, Kamu harus mendiskusikannya dengan aku. Maka akupun mendiskusikannya dengan dia.”
Selain kecerdasannya, Karimah juga dikenal karena kejujuran dan ketaatan dalam menjaga amanah menumbuhkan kepercayaan para ulama guna menimba ilmu kepada muslimah yang dikenal pula dengan Ummul Kiram (ibu orang-orang mulia). Keistimewaannya itu semakin diperkuat dengan budi pekerti dan ketekunannya dalam beribadah. Tercatat, di antara sosok ahli imu yang belajar kepadanya, Hafidz Abu Bakar al-Khatib, Abu Thalib Inu Muhammad Zainabi, dan as-Sam'ani.
Dari ilmu yang dimilikinya, Karimah juga menumpahkannya dalam karya tulis . Disebutkan, karya tulis yang dihasilkan sepanjang hidupya mencapai 100 kitab. Dedikasinya dalam ilmu hadis diabadikan dalam sebuah kitab al-I'bar.
Karimah juga termasuk salah satu ahli ilmu yang tidak terlalu memperhatikan kehidupan pribadinya di dunia. Ada yang menyimpulkan, kesibukannya mendalami dan mencintai ilmu menjadi alasan Karimah tidak menikah. Perihal itu, dibuktikannya dengan tinggi dan luas ilmu yang dimilikinya. Sehingga, ia pun ditempatkan sebagai ahli hadis perempuan.
Tentang sejarah dan biografi tokoh ini juga ditulis di banyak kitab. Beberapa di antaranya yaitu: Ibnu Atsir dalam Al-Kamil fi al-Tarikh, Ibnu al-Jauzi dalam Al-Muntazhim, Al-Dzahabi dalam Siyar A’lam al-Nubala, Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah, Ibnu Imad dalam Syadzarat al-Dzahab dan Al-Zirikli dalam Al-A’lam.
Semua buku biografi di atas menginformasikan kepada kita bahwa ulama muslimah terkemuka ini tidak menikah sampai akhir hayatnya, tahun 1070 M.
Baca juga: Doa Terhindar dari Wabah yang Diajarkan Rasul
Wallahu A'lam
Abu al-Ghanim al-Nursi mengatakan,“Sayyidah Karimah mengeluarkan satu naskah tulisan tangan hadis Shahih Bukhari. Aku duduk di hadapannya, aku menulis 9 lembar dan membacakannya di hadapan dia. Aku ingin mendiskusikannya sendiri dengan orang lain. Lalu dia mengatakan: Jangan, Kamu harus mendiskusikannya dengan aku. Maka akupun mendiskusikannya dengan dia.”
Selain kecerdasannya, Karimah juga dikenal karena kejujuran dan ketaatan dalam menjaga amanah menumbuhkan kepercayaan para ulama guna menimba ilmu kepada muslimah yang dikenal pula dengan Ummul Kiram (ibu orang-orang mulia). Keistimewaannya itu semakin diperkuat dengan budi pekerti dan ketekunannya dalam beribadah. Tercatat, di antara sosok ahli imu yang belajar kepadanya, Hafidz Abu Bakar al-Khatib, Abu Thalib Inu Muhammad Zainabi, dan as-Sam'ani.
Dari ilmu yang dimilikinya, Karimah juga menumpahkannya dalam karya tulis . Disebutkan, karya tulis yang dihasilkan sepanjang hidupya mencapai 100 kitab. Dedikasinya dalam ilmu hadis diabadikan dalam sebuah kitab al-I'bar.
Karimah juga termasuk salah satu ahli ilmu yang tidak terlalu memperhatikan kehidupan pribadinya di dunia. Ada yang menyimpulkan, kesibukannya mendalami dan mencintai ilmu menjadi alasan Karimah tidak menikah. Perihal itu, dibuktikannya dengan tinggi dan luas ilmu yang dimilikinya. Sehingga, ia pun ditempatkan sebagai ahli hadis perempuan.
Tentang sejarah dan biografi tokoh ini juga ditulis di banyak kitab. Beberapa di antaranya yaitu: Ibnu Atsir dalam Al-Kamil fi al-Tarikh, Ibnu al-Jauzi dalam Al-Muntazhim, Al-Dzahabi dalam Siyar A’lam al-Nubala, Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah, Ibnu Imad dalam Syadzarat al-Dzahab dan Al-Zirikli dalam Al-A’lam.
Semua buku biografi di atas menginformasikan kepada kita bahwa ulama muslimah terkemuka ini tidak menikah sampai akhir hayatnya, tahun 1070 M.
Baca juga: Doa Terhindar dari Wabah yang Diajarkan Rasul
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :