Ilmu Hikmah: Jangan Bersandar Pada Amal Tapi Bersandarlah kepada Allah
Jum'at, 26 November 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Orang yang melakukan amal ibadah itu pasti punya pengharapan kepada Allah dan meminta hanya kepada Allah. Jangan sampai orang yang beramal bergantung pada amalnya, karena hakikatnya yang menggerakkan amal ibadah adalah Allah.
Sehingga apabila terjadi kesalahan, seperti terlanjur melakukan maksiat atau meninggalkan ibadah rutinnya, ia merasa putus asa dan berkurang pengharapannya kepada Allah. Dan apabila berkurang pengharapan kepada rahmat Allah, maka amalnya pun akan berkurang dan akhirnya berhenti beramal.
Seharusnya dalam beramal itu semua dikehendaki dan dijalankan oleh Allah. sedangkan diri kita hanya sebagai media berlakunya Qudrat Allah. Kalimat "Laa ilaha illallah" berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah. Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan. Tidak ada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
Pada dasarnya syari'at menyuruh kita berusaha dan beramal. Sedang hakikat syari'at melarang kita menyandarkan diri pada amal dan usaha itu, supaya tetap bersandar pada karunia dan rahmat Allah subhanahu wata'ala.
Apabila kita dilarang menyekutukan Allah dengan berhala, batu, kayu, pohon, kuburan, binatang dan manusia, maka janganlah menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri, seakan-akan merasa sudah cukup kuat dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan dan karunia Allah.
Baca Juga: Masuk Surga karena Amalan Atau Rahmat Allah? Simak Penjelasannya
Sehingga apabila terjadi kesalahan, seperti terlanjur melakukan maksiat atau meninggalkan ibadah rutinnya, ia merasa putus asa dan berkurang pengharapannya kepada Allah. Dan apabila berkurang pengharapan kepada rahmat Allah, maka amalnya pun akan berkurang dan akhirnya berhenti beramal.
Seharusnya dalam beramal itu semua dikehendaki dan dijalankan oleh Allah. sedangkan diri kita hanya sebagai media berlakunya Qudrat Allah. Kalimat "Laa ilaha illallah" berarti tidak ada tempat bersandar, berlindung, berharap kecuali Allah. Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan. Tidak ada yang memberi dan menolak melainkan Allah.
Pada dasarnya syari'at menyuruh kita berusaha dan beramal. Sedang hakikat syari'at melarang kita menyandarkan diri pada amal dan usaha itu, supaya tetap bersandar pada karunia dan rahmat Allah subhanahu wata'ala.
Apabila kita dilarang menyekutukan Allah dengan berhala, batu, kayu, pohon, kuburan, binatang dan manusia, maka janganlah menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri, seakan-akan merasa sudah cukup kuat dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan dan karunia Allah.
Baca Juga: Masuk Surga karena Amalan Atau Rahmat Allah? Simak Penjelasannya
(rhs)
Lihat Juga :