Qithfir bin Rawhib Suami Zulaikha dan Kisah Cinta Nabi Yusuf
Senin, 29 November 2021 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian ia mengajak Yusuf untuk berbuat mesum. Dan ia berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf menolak ajakan itu dengan tolakan yang keras, dan ia mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.”
Dalam penjelasannya, bahwa mereka menyebut kata Rabb untuk tuan dan orang besar di kalangan mereka. Dengan kata lain, maksudnya adalah sesungguhnya suamimu adalah tuanku, dia telah memperlakukan diriku dengan perlakuan yang baik dan menempatkan diriku pada kedudukan yang baik, maka aku tidak akan membalas kebaikan ini dengan melakukan perbuatan keji (zina) terhadap istrinya’.
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” ( QS Yusuf: 24 ).
Baca juga: Surat Yusuf Ayat 19-20: Nabi Yusuf Dijual dengan Harga Murah, Ini Sebabnya
Dalam penjelasannya, sebenarnya dalam hati Yusuf terbesit untuk melakukannya, karena Yusuf secara manusiawi juga senang kepada Zulaikha dan Zulaikha juga suka sama Yusuf.
Mereka berdua saling suka. Akan tetapi, Yusuf ketika itu melihat larangan Allah dengan perantara ayahnya (Ya’qub). Sang ayah melambai-lambaikan tangan kepada Yusuf seolah-olah melarang Yusuf untuk melakukan perbuatan keji tersebut.
Qithfir Meninggal Dunia
Ulama sejarah, Muhammad bin Ishaq memberi penjelasan dengan kemungkinan besar menukil perkataan seorang Ahli Kitab seperti yang dilakukan Ibn al-Qayyim dalam menjelaskan istri Nabi Yusuf.
Ibn Ishaq memaparkan, Ahli Kitab itu menyampaikan bahwa ketika Nabi Yusuf memutuskan untuk meninggalkan godaan yang tidak bermoral dan lebih memilih penjara, Allah SWT kemudian membuat Nabi Yusuf berada dalam penjara yang ketat.
Hal itu justru untuk melindungi Nabi Yusuf, menguak kebenaran tentang dirinya, dan supaya bisa menikah dengan perempuan tersayang.
Ibn al-Qayyim memberi tanggapan atas penjelasan tersebut. Menurutnya, apa yang disebutkan itu tidak berarti cerita itu benar dan dia menilai cerita tersebut berasal dari Ahli Kitab. Sebab, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak mempercayai dan tidak menyangkal Ahli Kitab. Nabi Muhammad SAW bersabda:
Dalam penjelasannya, bahwa mereka menyebut kata Rabb untuk tuan dan orang besar di kalangan mereka. Dengan kata lain, maksudnya adalah sesungguhnya suamimu adalah tuanku, dia telah memperlakukan diriku dengan perlakuan yang baik dan menempatkan diriku pada kedudukan yang baik, maka aku tidak akan membalas kebaikan ini dengan melakukan perbuatan keji (zina) terhadap istrinya’.
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” ( QS Yusuf: 24 ).
Baca juga: Surat Yusuf Ayat 19-20: Nabi Yusuf Dijual dengan Harga Murah, Ini Sebabnya
Dalam penjelasannya, sebenarnya dalam hati Yusuf terbesit untuk melakukannya, karena Yusuf secara manusiawi juga senang kepada Zulaikha dan Zulaikha juga suka sama Yusuf.
Mereka berdua saling suka. Akan tetapi, Yusuf ketika itu melihat larangan Allah dengan perantara ayahnya (Ya’qub). Sang ayah melambai-lambaikan tangan kepada Yusuf seolah-olah melarang Yusuf untuk melakukan perbuatan keji tersebut.
Qithfir Meninggal Dunia
Ulama sejarah, Muhammad bin Ishaq memberi penjelasan dengan kemungkinan besar menukil perkataan seorang Ahli Kitab seperti yang dilakukan Ibn al-Qayyim dalam menjelaskan istri Nabi Yusuf.
Ibn Ishaq memaparkan, Ahli Kitab itu menyampaikan bahwa ketika Nabi Yusuf memutuskan untuk meninggalkan godaan yang tidak bermoral dan lebih memilih penjara, Allah SWT kemudian membuat Nabi Yusuf berada dalam penjara yang ketat.
Hal itu justru untuk melindungi Nabi Yusuf, menguak kebenaran tentang dirinya, dan supaya bisa menikah dengan perempuan tersayang.
Ibn al-Qayyim memberi tanggapan atas penjelasan tersebut. Menurutnya, apa yang disebutkan itu tidak berarti cerita itu benar dan dia menilai cerita tersebut berasal dari Ahli Kitab. Sebab, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak mempercayai dan tidak menyangkal Ahli Kitab. Nabi Muhammad SAW bersabda:
لا تصدّقوا أهل الكتاب ولا تكذّبوهم، وقولوا: آمنّا بالله وما أَنزل إلينا وما أُنزل
Lihat Juga :