Kisah Nabi Uzair yang Tertidur 100 Tahun
Jum'at, 10 Desember 2021 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Melihat itu, orang-orang Yahudi mengatakan Uzair adalah anak Allah disebabkan dua perkara. Pertama, penyaksian mereka terkait jatuhnya dua bintang dari langit. Menurut pandangan mereka, ini adalah tanda sebagai anak Tuhan. Perkara kedua adalah Nabi Uzair mampu menyalin Kitab Taurat hanya melalui ingatannya.
Anggapan berlebihan orang-orang Yahudi ini pun mendapat laknat dari Allah. Berikut firman-Nya Al-Qur'an:
وَقَالَتِ الۡيَهُوۡدُ عُزَيۡرُ ۨابۡنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الۡمَسِيۡحُ ابۡنُ اللّٰهِؕ ذٰ لِكَ قَوۡلُهُمۡ بِاَ فۡوَاهِهِمۡ ۚ يُضَاهِئُونَ قَوۡلَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ قَبۡلُ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤۡفَكُوۡنَ
"Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" (QS. At-Taubah Ayat 30)
Dalam Tafsir Kemenag disebutkan bahwa Uzair hidup di sekitar tahun 457 sebelum Masehi. Dia seorang pengarang ulung, pendiri suatu perhimpunan besar, dan rajin mengumpulkan naskah-naskah Kitab Suci dari berbagai daerah.
Dialah yang memasukkan huruf-huruf Kaldea atau Arami sebagai pengganti huruf-huruf Ibrani kuno. Dia juga yang menulis hal-hal yang terkait dengan peredaran matahari, dan menyusun kembali kitab-kitab bermutu yang telah berantakan. Semasa hidupnya, ia dianggap sebagai masa kesuburan agama Yahudi, karena dialah penyair syariat Taurat yang terkemuka, menghidupkan syariat itu kembali sesudah sekian lama dilupakan orang.
Karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci yang lebih dekat kepada Allah. Bahkan sebagian dari mereka yang fanatik menganggap dan memanggilnya dengan "anak Allah". Meskipun hanya sebagian kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi tidak ada yang membantahnya dan mengingkarinya.
Allah mengutuk mereka karena tidak mau kembali ke akidah tauhid bahwa Allah itu Esa. Adapun Uzair dan Isa Al-Masih bukanlah anak Allah melainkan hamba yang saleh, taat kepada Allah, mulia dan dihormati.
Baca Juga: Uzair Nabi yang Hafal Taurat, Yahudi Menganggap sebagai Anak Allah
Anggapan berlebihan orang-orang Yahudi ini pun mendapat laknat dari Allah. Berikut firman-Nya Al-Qur'an:
وَقَالَتِ الۡيَهُوۡدُ عُزَيۡرُ ۨابۡنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الۡمَسِيۡحُ ابۡنُ اللّٰهِؕ ذٰ لِكَ قَوۡلُهُمۡ بِاَ فۡوَاهِهِمۡ ۚ يُضَاهِئُونَ قَوۡلَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ قَبۡلُ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤۡفَكُوۡنَ
"Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" (QS. At-Taubah Ayat 30)
Dalam Tafsir Kemenag disebutkan bahwa Uzair hidup di sekitar tahun 457 sebelum Masehi. Dia seorang pengarang ulung, pendiri suatu perhimpunan besar, dan rajin mengumpulkan naskah-naskah Kitab Suci dari berbagai daerah.
Dialah yang memasukkan huruf-huruf Kaldea atau Arami sebagai pengganti huruf-huruf Ibrani kuno. Dia juga yang menulis hal-hal yang terkait dengan peredaran matahari, dan menyusun kembali kitab-kitab bermutu yang telah berantakan. Semasa hidupnya, ia dianggap sebagai masa kesuburan agama Yahudi, karena dialah penyair syariat Taurat yang terkemuka, menghidupkan syariat itu kembali sesudah sekian lama dilupakan orang.
Karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci yang lebih dekat kepada Allah. Bahkan sebagian dari mereka yang fanatik menganggap dan memanggilnya dengan "anak Allah". Meskipun hanya sebagian kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi tidak ada yang membantahnya dan mengingkarinya.
Allah mengutuk mereka karena tidak mau kembali ke akidah tauhid bahwa Allah itu Esa. Adapun Uzair dan Isa Al-Masih bukanlah anak Allah melainkan hamba yang saleh, taat kepada Allah, mulia dan dihormati.
Baca Juga: Uzair Nabi yang Hafal Taurat, Yahudi Menganggap sebagai Anak Allah
(rhs)
Lihat Juga :