Mengapa Nabi Muhammad Tak Bisa Baca Tulis, Ini Jawaban Gus Baha
Senin, 13 Desember 2021 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, kalau ulama bilang, "Nabi itu tidak tahu", itu bukan sifat dzamm (ذم) celaan, tapi sifat madh (مدح), pujian.
Dalam Al-Qur'an banyak "Maa kunta tadrii mal kitaabu walal iiman". Makanya Nabi ketika disuruh untuk membaca (oleh Malaikat Jibril), "Iqra Ya Muhammad" (إقرأ يا محمد), jawaban Nabi bagaimana? "Saya tidak bisa membaca."
Tapi, itu bukan sifat buruk, justru bagus! Kalau Nabi bisa membaca, ilmu Nabi nanti dikira belajar dari buku-buku: "Beliau jadi Nabi, wah itu memang bacanya banyak!"
Jelas ini ya! Supaya tidak salah paham. Jadi, dikatakan kalau Nabi tidak tahu itu berarti bagus, madh (pujian). Tidak bisa membaca berarti madh (pujian).
Tapi, kalau kamu tidak bisa membaca berarti bodoh sekali. (hehe..) Itu jelas, tahu semua kan? Ketika Nabi disuruh baca bilang apa? "Saya tidak bisa baca". Itu bagus, karena semuanya berasal dari wahyu!
Baca Juga: Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Kelahiran Nabi
Berikut Video Penjelasan Gus Baha yang diunggah Channel Ajess Media lewat kanal Youtube:
Dalam Al-Qur'an banyak "Maa kunta tadrii mal kitaabu walal iiman". Makanya Nabi ketika disuruh untuk membaca (oleh Malaikat Jibril), "Iqra Ya Muhammad" (إقرأ يا محمد), jawaban Nabi bagaimana? "Saya tidak bisa membaca."
Tapi, itu bukan sifat buruk, justru bagus! Kalau Nabi bisa membaca, ilmu Nabi nanti dikira belajar dari buku-buku: "Beliau jadi Nabi, wah itu memang bacanya banyak!"
Jelas ini ya! Supaya tidak salah paham. Jadi, dikatakan kalau Nabi tidak tahu itu berarti bagus, madh (pujian). Tidak bisa membaca berarti madh (pujian).
Tapi, kalau kamu tidak bisa membaca berarti bodoh sekali. (hehe..) Itu jelas, tahu semua kan? Ketika Nabi disuruh baca bilang apa? "Saya tidak bisa baca". Itu bagus, karena semuanya berasal dari wahyu!
Baca Juga: Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Kelahiran Nabi
Berikut Video Penjelasan Gus Baha yang diunggah Channel Ajess Media lewat kanal Youtube:
(rhs)
Lihat Juga :